Atasi Kekurangan Pakan, Petugas Instalasi Ternak BBPP Kupang Lakukan Fermentasi Jerami

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—-Pemerintah Indonesia telah mengumumkan pandemi virus corona sebagai bencana nasional. Sejumlah wilayah telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penanganan virus ini.

Dan kebijakan Working Home di perpanjang sampai 13 Mei 2020 namun petugas Instalasi ternak BBPP Kupang tetap aktif Bekerja Menjaga ternak dan menyediakan pakan Untuk ternak.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam setiap kesempatan menegaskan petani dan penyuluh adalah pahlawan. Garda terdepan di sektor pertanian yang menjadi harapan, tulang punggung dalam upaya Pemerintah menanggulangi Covid-19.

“Dalam situasi saat ini, spirit keluarga besar Kementan dan semua pelaku pembangunan pertanian termotivasi bekerja maksimal mendampingi petani,” jelas Syahrul.

Dikatakan SYL, memang corona ini membuat ekonomi menurun, tapi harus diperhatikan salah satu lapangan kerja yang harus tetap berproduksi adalah bidang pertanian untuk menjamin ketersedian pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi, dalam beberapa kesempatan menyampaikan bahwa masalah pangan adalah masalah yang sangat utama yang menentukan keberlangsungan hidup suatu bangsa.

“ Peran pertanian sangat penting dalam penyediaan pangan bagi penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 267 juta jiwa. Karena itu kegiatan pertanian tidak boleh berhenti tengah wabah covid-19,” ungkap Dedi.

Petuah inilah yang di pegang oleh Para Petugas Instalasi ternak BBPP Kupang tetap berjibaku melakukan tugas untuk menyediakan pakan dan merwat ternak-ternak yang ada di balai
Petugas instalasi begitu menjiwai pekerjaannya karena mereka melayani makluk Tuhan lainnya yaitu ternak-ternak di balai, karena ternak adalah mahluk hidup dimana ternak butuh minum, makan dan sanitasinya setiap hari juga harus di perhatikan.

“Kami sebenarnya juga takut akan virus yang merebak ini namun kami tetap masuk kantor melakukan aktivitas seperti biasa karena sudah tugasnya” ujar primus Bheja.

Dikatakan Bejha, apalagi sekarang memasuki musim kemarau pakan ternak harus di antisipasi kuantitasnya agak tidak terjadi kekurangan pakan, kalau sampai terjadi kasian ternak-ternaknya.

Menurut Kasubbag Perlengkapan dan Instalsi BBPP Kupang Abdul Salam, SE, musim kemarau seperti saat ini para instalasi Ternak BBPP Kupang harus bejibaku mengumpulkan pakan terutama dari jerami untuk stok pakan ternak agar tidak mengalami kesulitan atau kekurangan pakan rumput.

Lanjut Salam, para petani yang lokasi sawahnya dekat kantor saat ini sedang panen padi, dan instalasi ternak BBPP Kupang seperti mendapatkan berkahnya.

Salah satu alternatif untuk penyediaan pakan yang murah dan kompetitif adalah melalui pemanfaatan limbah pertanian terutama jerami padi.

Jerami padi merupakan sisa dari pemanenan padi yang terdiri dari batang dan daun, salah satu limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yakni ternak sapi.

Pemanfaatan jerami sangat berpotensi pada daerah yang melakukan usaha tani padi karena jerami selalu tersedia.

Panen padi yang dilakukan oleh para petani di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang beberapa hari terakhir, mebawa berkah bagi Instalasi Ternak BBPP Kupang

Pasalnya sisa batang padi atau jerami yang telah dipanen bisa dimanfaatkan BBPP Kupang untuk pakan ternak. Jerami juga dapat disimpan hingga berbulan-bulan untuk pakan ternak setelah dikeringkan atau di fermentasikan.

Para Petugas Instalasi Ternak BBPP Kupang berkerja di tengah pandemic dan system kerja Working from home tapi tetap melakukan aktifitas pengelolaan pakan yaitu untuk menjaga ketersediaan pakan, dan asupan gizi pada pakan jerami yang telah di kumpulkan maka jerami di fermentasi agar dapat di gunakan beberapa bulan kedepan untuk mengatasi kekurangan pakan.

Jerami padi mengandung serat kasar yang tinggi, namun dapat dilakukan pengolahan untuk menjadi pakan yang bergizi dan sumber energi bagi ternak. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu jerami padi sekaligus mengawetkannya yakni melalui fermentasi jerami padi dengan starbio.

Proses fermentasi jerami padi dengan starbio yaitu :

1. Siapkan bangunan sederhana tanpa dinding untuk tempat proses fermentasi jerami padi. Bangunan ini berfungsi agar selama proses fermentasi tidak terkena sinar matahari dan hujan

2. Jerami padi yang baru dipanen dapat langsung difermentasi. Bila jerami padi terlalu kering sebaiknya disiram dulu sehingga kadar airnya meningkat menjadi 60 % yang dapat ditandai dengan apabila jerami padi diremas terasa lembab tapi air tidak menetes.

3. Tumpuk jerami padi secara berlapis-lapis dengan ketebalan 30 cm / lapis, dipadatkan dengan cara diinjak-injak.

4. Taburkan starbio dan urea pada setiap lapisan secara merata dengan perbandingan untuk 1 kg jerami padi ditaburkan 6 gram starbio dan 6 gram urea.

5. Lakukan hal yang sama pada setiap lapisnya
6. Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 21 hari.

7. Setelah 21 hari, jerami padi berwarna cokelat tua dan adanya aroma karamel.
8. Setelah selesai maka jerami padi dibongkar dan diangin-anginkan sampai kering.

9. Hasil fermentasi jerami padi dapat langsung digunakan atau disimpan di gudang sebagai stok pakan hijauan. Penyimpanannya dapat dilakukan dengan cara diikat atau dipres agar dapat lebih padat dan mudah diatur.

Adapun kelebihan dalam penggunaan jerami padi yang difermentasi sebagai pakan ternak yaitu :

1. Mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jerami biasa (sekitar 7-9%)
2. Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia.

3. Nilai gizi pakan meningkat.
4. Beraroma harum dan tidak berbau busuk.
5. Lebih higienis.

6. Bahan mudah didapat dan murah.
7. Sebagai cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *