Terdampak Covid 19, Sebanyak 110 KK di Banjar Adat-Tegal Dapat Sembako

TABANAN.NUSA FLOBAMORA–Dampak pandemi virus corona terhadap kehidupan umat manusia di sebagian besar belahan dunia, dirasakan pula warga di Banjar Adat Tegal, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.

Guna meringankan  beban himpitan ekonomi warga, Banjar Adat Tegal, memberikan paket sembako gratis bagi 110 warga setempat.

Kelihan Banjar Adat Tegal, Desa Nyitdah, I Gede Made Anom Putra S. Sos dalam keterangannya kepada Media, Minggu (26/4/2020) mengatakan,
bantuan paket sembako ini diberikan kepada warga Banjar Adat Tegal tanpa kecuali.

“Kita bagian untuk semua dengan total 110 Kepala Keluarga (KK). Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid 19 ini,” jelas I Gede Anom Putra.

Dikatakannya, penyerahan bantuan ini merupakan salah satu kesepakatan rapat banjar adat Tegal. Masing-masing KK mendapatkan paket sembako yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, telur 10 butir dan 10 bungkus mie instan, yang pendanaannya diambil dari kas banjar adat Tegal.

Menurut I Gede Anom Putra, dalam proses pembagian sembako tetap memperhatikan aturan protokoler social distancing. Teknis pembagian, jelasnya, dibagi empat tempek (regu), dengan alokasi waktu yang diatur bersama.

“Tempek Pertama dari pukul 08.00-09.00 Wita, Tempek Kedua dari Pukul 09.00-10.00 Wita, Tempek Ketiga dari pukul 10.00-11.00 Wita dan Tempek Keempat dari Pukul 11.00-12.00 Wita,” jelasnya.

Ditambahkannya, warga yang mengambil sembako pun di batasi 5 orang secara bergiliran. Tetap menaati aturan protokoler berupa wajib menggunakan masker, mencuci tangan di pintu masuk bale Banjar.

Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Pada kesempatan ini, I Gede Anom Putra, menjelaskan, selain pemberian sembako, kegiatan lain berupa penyemprotan desinfektan keliling banjar selama 8 hari berturut-turut.

Adapun petugas yang disiapkan untuk kegiatan lapangan terdiri dari 3 orang seka teruna, 1 prajuru adat, 1 pecalang dan dari kelihan dinas.

“Upaya pencegahan Covid 19  ini juga kita jalin kerjasama dengan Satgas Gotong Royong pencegahan Covid 19 Desa Adat,” tambahnya.

Dirinya menegaskan, untuk memutus rantai penyebaran virus corona, diterapkan aturab pelarangan menerima tamu dan pekerja pendatang sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Pasalnya, Banjar Adat ini merupakan daerah industri yang tidak lepas dari keluar masuknya tamu ataupun pekerja pendatang. Selain itu, dilakukan pula penutupan sementara beji Sengara untuk umum.

Adapun bantuan paket sembako yang dibagikan secara bergiliran di Balai Banjar Tegal, sejak pagi hingga siang ini berupa beras sebanyak 5,5 Kwintal, 110 Liter Minyak Goreng, 1100 Butir Telur dan 1100 Bungkus Mie.(*/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *