TINGKATKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME WIDYAISWARA BBPP KUPANG IKUTI BIMTEK PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH

KUPANG.NUSA FLOBAMORA– Salah satu bentuk dari pengembangan profesi Widyaiswara adalah pengembangan kemampuan WI untuk membuat karya tulis ilmiah.

Penulisan karya tulis ilmiah semacam ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan profesionalisme WI sekaligus memperbaiki kualitas Pelatihan/pembelajaran yang disampaikannya.

Terkait hal tersebut, pada Jumat (24/4/2020) Kementerian Pertanian dalam Hal ini Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Karya Tulis Ilmiah dan Jurnal Nasional atau Internasional Bagi Widyaiswara Lingkup BPPSDMP melalui Zoom Cloude Meetings.

Bimtek penyusunan Karya Tulis Ilmiah bagi Widyaiswara Pertanian melalui Video Conference, menjadi bukti bahwa kegiatan di BPPSDMP tidak terhenti dan Widyaiswara sebagai pilar utama di Balai pelatihan agar selalu meningkatkan kompetensinya untuk menjalankan TUSI lembaganya dan sebagai corong informasi terbarukan kepada masyarakat.

Ada 8 Widyaiswara dan 7 Calon Widyaiswara BBPP Kupang mengikuti bimtek ini walau sedang dalam Masa Woorking From Home, mereka tetap antusias mengikuti Bimtek tersebut demi peningkatan kompetensi dan profesionalismenya sebagai Widyaiswara.

Kapuslatan Ir.Bustanul Arifin Caya M.DM  saat membuka  kegiatan tersebut mengatakan,  WI merupakan pilar utama dalam sistem Pelatihan. Menyadari akan peran strategis WI bagi Pelatihan/pendidikan, pemerintah telah menerbitkan sejumlah kebijakan untuk mendorong pengembangan profesionalisme profesi WI.

Salah satu bentuk dari pengembangan profesi WI adalah pengembangan kemampuan untuk membuat karya tulis ilmiah dan Jurnal Nasional atau Internasional.

Melalui penulisan karya tulis ilmiah semacam ini, diyakini dapat meningkatkan kemampuan profesionalisme WI sekaligus memperbaiki kualitas pelatihan/ pembelajaran yang disampaikannya di tiap pelatihan.

Lanjut Bustanul,  kompetensi WI Tidak hanya menyusun, tetapi juga dipublikasikan dalam jurnal nasional atau internasional.

Pentingnya penulisan Karya Tulis Ilmiah  bagi pengembangan profesi Widyaiswara tercantum dalam Pasal 8 Peraturan Menteri PAN dan RB No.22 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya yang memuat kewajiban Widyaiswara dalam sub unsur pengembangan profesi yang  salah satunya adalah pembuatan KTI.

Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah menurut narasumber Dr. R.N.Afsdy Saksono M. Sc, Kepala Laboratorium Administrasi Sekolah TinggiI lmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (LAN)  widyaiswara harus menjunjung tinggi etika, integritas dan menghindari plagiarism baik itu kebohongan data, kutipan palsu.

Serta tidak kalah penting adalah bagaimana Karya Tulis Ilmiah harus memiliki nilai novelty/kebaharuan untuk menjawab suatu masalah dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

“Ini artinya untuk mengetahui kebaharuan Karya Tulis Ilmiah, kita perlu melakukan penelusuran literature hasil penelitian atau publikasi sebelumnya dari topik yang akan kita angkat dalam penelitian “ujar Afsdy Saksono.

Dirinya menekankan kepada seluruh peserta bimtek bahwa,  seorang penulis harus memiliki kepekaan melihat fakta dan fenomena di lapangan.

Apakah fenomena tersebut layak diangkat menjadi masalah penelitian atau tidak dengan memperhatikan aspek hubungan dependet variable dan indepent variable dan tentunya dimasukkan dalam logical framing untuk menarasikan data hasil penelitian.

Manix Etwan Manafe, M.Si Selaku Koordinator WI BBPP Kupang Mengatakan , yang disampaikan oleh narasumber dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sangat bermanfaat menginspirasi kami widyiswara BBPP Kupang untuk melakukan kajian atau penelitian ilmiah.

Lanjutnya, tidak hanya kajian ilmiah tapi hasilnya kami harus mampu menuangkannya ke  dalam tulisan ilmiah untuk diekspos dalam jurnal ilmiah maupun dalam bentuk buku sebagai bagian dalam pengembangan profesi widyaiswara dan syarat dalam menduduki jenjang jabatan widyaiswara yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *