Penyuluh : Bisa Panen Banyak, Jangan Lagi Remehkan Padi Ladang

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Untuk menuju kecukupan pangan yang berasal dari beras/padi, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Meningkatkan produksi adalah meningkatkan produktivitas melalui berbagai teknologi baru mulai dari penyediaan benih, pengolahan lahan hingga pascapanen, juga menambah luas tanam dan luas panen melalui peningkatan indeks pertanaman padi Baik Padi sawah maupun padi Ladang.

Indonesia memiliki luasan padi di lahan kering atau padi ladang sangatlah besar. Namun demikian, potensi besar tersebut belum optimal digarap. Luas panen padi ladang menurut data tahun 2017 mencapai 1.155.729 ha atau 7,3% dari total luas panen padi di Indonesia. walau tidak mencapai 10%, namun potensi padi ladang tidak bisa diremehkan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memerintahkan jajaran Kementerian pertanian (Kementan) agar memantau produksi sektor pertanian selama masa pandemi covid-19.

“Saat ini mulai masa panen raya Maret-April, petani harus dipastikan memperoleh juga harga jual yang layak, sehingga terjaga kesejahteraannya,” ujar Mentan SYL.

Menurut Mentan SYL, Membicarakan pertanian adalah berbicara soal lapangan. Bagaimana mempersiapkan bibit dan benih yang baik, budidaya yang tepat, manajemen air yang efektif dan efisien, karena dengan itu semua produktivitas akan meningkat.

“Ini adalah bagian dari konsolidasi, tekad dan kemauan kita agar besok kita siap kerja lebih baik dan terarah,” kata Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof Dedi Nursyamsi menghimbau bahwa seluruh pelaku pertanian agar senantiasa menjaga roda pembangunan pertanian untuk tetap bergerak.

Ditegaskan Dedi Nursyamsi sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan.

“Saat ini, pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis, tetapi juga seluruh insan pertanian, baik itu penyuluh ataupun petani serta tenaga lainnya, dengan bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” ujar Prof Dedi Nursyamsi Kepala BPPSDMP Kementan.

Sejalan dengan arahan pimpinan di pusat Penyuluh Kecamatan Lamba Leda Markus Epi mengatakan di Kabupaten Manggarai Timur tepatnya di Desa Haju Wangi sebagian kelompok tani masih menggarap Padi ladang dan ini juga menghasilkan bagi mereka sehingga para petani masih menggarapnya sampai sekarang.

Hal ini di buktikan oleh Kelompok Tani Karya Tani di Desa Haju Wangi Kecamatan. Lamba Leda dimana sedang panen padi lading (24/4/2020) seluas 3 ha dari total luasan potensi panen 10 ha produktifitas 4,05 ton/ha varietas Inpari dan Lokal harga gabah Rp.5000/kg harga beras 10.000/kg.

Lanjut Markus, mereka berharap harga pembelian di tingkat petani bagus sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan provitas lahan yang bagus, kami optimis stok pangan tetap aman,” ungkapnya.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *