Penuhi Kebutuhan Jagung Nasional Penyuluh dan Petani Estafet Panen Raya

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung nasional melalui program Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Jagung, menuai hasil yang memuaskan.

Wilayah-wilayah penghasil jagung, secara bergantian terus melakukan panen raya. Salah satunya yang di lakukan oleh Kelompok Tani Ras di Desa Satar Lahing, Kec. Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur Provinsi NTT.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam setiap kesempatan menegaskan petani dan penyuluh adalah pahlawan. Garda terdepan di sektor pertanian yang menjadi harapan, tulang punggung dalam upaya Pemerintah menanggulangi Covid-19.

“Dalam situasi saat ini, spirit keluarga besar Kementan dan semua pelaku pembangunan pertanian termotivasi bekerja maksimal mendampingi petani,” jelas Syahrul.

Dalam arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Prof Dr Dedi Nursyamsi M.Agr menyatakan bahwa masyarakat Indonesia semua butuh pangan.

“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. Dan ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan COVID-19 ini,” tegas Dedi

Luas panen jagung di Desa Satar Lahing, Kec. Rana Mese Kabupaten Manggarai Timur kali ini diperkirakan seluas 5 hektar (ha), dan panen hari ini (24/4/20) seluas 1 ha Varietas: Bisi 2 (jagung hibrida) Produktivitas: 5ton GKP/ha Perkiraan masa panen: 7, Harga jagung pipil Rp. 5.000/kg Harga beras jagung Rp. 10.000/kg.

Jeims M. Tantu. ST.P selaku Penyuluh mengatakan saat ini sungguh merupakan hari yang membahagiakan bagi semua khususnya bagi para petani, karena kita baru saja melaksanakan pemanenan Jagung yang merupakan hasil dari jerih payah yang dilakukan para petani selama beberapa bulan ini.

“Keberhasilan yang dicapai dalam meningkatkan produktivitas jagung seperti yang kita panen hari ini, semoga tetap bisa kita kawal dan damping pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Bahkan kita akan upayakan, lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Jeims

Lanjut Jeims, capaian panen yang luar biasa, apalagi saat ini petani sedang dihadapkan dengan wabah COVID-19.

“Tapi tidak menghalangi kami mengejar panen. Kami penyuluh dan petani bertekad untuk mengamankan stok pangan khususnya jagung,” tambahnya.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *