JEMPUT BOLA DI TENGAH PANDEMI CORONA, PETANI MELENIAL JUALAN SAYURAN ORGANIK ONLINE

KUPANG.NUSA FLOBAMORA— Imbas dari virus corona, beberapa pasar tutup dan pengiat pertanian seperti Petani dan pengusaha sayuran terkendala dalam menjual hasil pertaniannya begitu juga konsumen susah untuk mendapatkan sayuran dan bahan makanan lainnya karena ada aturan social distancing atau campaign dirumah aja.

Kekhawatiran akan virus corona membuat seluruh masyarakat Indonesia harus bertahan di rumah. Akibatnya aktivitas ekonomi seperti transaksi jual beli di pasar kini lebih sepi dari biasanya.

Hal tersebut membuat ibu rumah tangga dan sector usaha lainnya sedikit kesulitan untuk membeli bahan makanan segar.

Aktivitas pertanian di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tidak membuat sektor pertanian berhenti.

Ekspansi usaha dengan memasarkan produk sayuran dari petani dengan memanfaatkan teknologi informasi menjadi salah satu solusi untuk bisa tetap bertahan.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan aktivitas pertanian tetap berjalan.

“Sektor pertanian harus jalan terus, karena kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia ada di tangan sektor pertanian”, ujar SYL .

Pernyataan Mentan kembali ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, bahwa pandemi Covid-19 ini adalah momentum dan peluang kita untuk memerlihatkan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang bisa bertahan saat ini.

“Ayo kita berjuang bersama tetap sediakan pangan sehat, bergizi, dan mudah dijangkau oleh masyarakat kita. Saat semua orang harus berada di dalam rumah, kita tangkap peluang distribusi produk pertanian secara online, karena itu solusinya,” tegas Dedi melalui keterangan persnya, Senin (24/4/2020).

Seperti halnya yang dilakukan Gestianus Sino petani melenial di Kabupaten Kupang, meski dampak dari covid 19 membuat distribusi produk pertanian sedikit terhambat ditambah imbauan pemerintah agar masyarakat melakukan aktivitas di rumah membuat banyak masyarakat kesulitan untuk mendapatkan sayuran, tetapi tidak menyurutkan semangat petani melenial ini untuk menjual hasil pertaniannya.

Gesti dalam menghadapi situasi wabah corona ini tetap berproduksi memelihara tanaman sayuran organiknya dan memasarkan produk pertanian dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Gestianus Sino memasarkan produknya melalui kerjasama yang telah dilakukan ke Mal-mal, Rumah sakit, hotel dan perumahan.

Dalam situasi wabah corona ini aktifitas memasarkan produk tetap dilakukan dengan melakukan terobosan baru seperti jualan online.

“Situasi wabah seperti ini kami harus putar otak dan jemput bola mengenai pemasaran produk kebun harus tetap di pasarkan kami harus buat terobosan,” ungkap Gesti.

Lanjutnya , dengan memanfaatkan teknologi informasi dirinya membuka pesanan dari pembeli melalui jualan online yaitu melalui aplikasi Whatsapp dan langsung diantar pesanannya ke pembeli. Selain WA dirinya juga memasarkannya melalui facebook dan IG.

Selain Produk-produk sayuran dari kebun miliknya, Gesti juga mengumpulkannya dari Petani Binaannya untuk di pasarkan.

Gesti mengatakan dalam seminggu ini sudah memasarkan sayuran segar, paket sayuran, dan hasil Ternak seperti daging kambing, daging ayam dan ikan lele.

Dan Metode penjualan ini cukup efektif banyak peminatnya dan hasilnya pun cukup memuaskan di satu sisi hasil pertanian tetap dapat di produksi dan di pasarkan.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *