DIVISI PRODUKSI BBPP KUPANG: BETERNAK AYAM KAMPUNG TAK SELAMANYA KAMPUNGAN, BISA MENDATANGKAN REZEKI KOTA

KUPANG.NUSA FLOBAMORA-–Bagi yang ingin terjun usaha ternak ayam kampung memang harus diakui tak mudah mendapatkan bibit unggul. Hal ini karena jumlah dan kualitas penyedia bibit ayam kampung terbatas.

Selain itu, kualitas bibit bervariasi dan kerap terjadi persilangan dengan ayam ras.

Untuk menjawab kesulitan tersebut, BBPP Kupang memanfaatkan ayam kampung Unggul Balitbangtan (KUB).

BBPP Kupang juga mempunyai Instalasi ayam KUB yang di kelola dengan baik dan sebagai sarana pelatihan dan pembelajaran bagi aparatur dan non aparatur serta masyarakat yang ingin memelihara ayam kampong terkhusus Ayam KUB.

Ayam KUB ini merupakan salah satu galur baru ayam kampung hasil pemuliaan breeder yang bekerja hampir lebih sembilan tahun. Ayam KUB telah dilepas sebagai galur ayam kampung baru oleh Menteri Pertanian pada tahun 2014 dengan nama Ayam KUB-1 melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 274/Kpts/SR.120/02/2014

Menurut RIP Krishaditersanto salah satu Widyaiswara divisi produksi , ada beberapa keunggulan ayam KUB ketimbang ayam kampung biasa, sehingga menjadikan alternatif bagi kami dan masyarakat untuk membudidayakannya.

Pertama, produksi telur ayam KUB yang diusahakan intensif mencapai 160-180 butir/induk/tahun. Sedangkan ayam kampung hanya 146 butir/induk/tahun.

Kedua, bobot telur saat ayam pertama bertelur mencapai 35-36 gram. Beratnya akan bertambah terus sampai 45 gram/butir pada bulan kedua.

Ketiga, umur pertama bertelur lebih awal yakni 20-22 minggu. Keempat, bobot badan mencapai 1.200-1.600 gram.

Menurutnya, keunggulan lain yang paling menonjol dari ayam KUB adalah rasa daging ayam yang enak dan produktivitas telurnya lebih tinggi.

Komposisi kimiawi daging ayam KUB yang dipotong pada umur 10 minggu yakni, kadar air 73,41%, protein 24,55%, lemak 1,83% dan kolesterol 0,14%. Meski sudah bisa panen pada umur 10-12 minggu, sifat dan tekstur daging ayamnya tidak hilang.

Dengan adanya ayam KUB, peternak bisa mendapatkan bibit unggul. Karena itu arah pengembangan ayam KUB saat ini adalah menghasilkan telur dan DOC (day old chick).

Peluang Besar.

Margaretha Poa, S.Pt sekalu pengelola Instalasi ternak Ayam kampong mengatakan, ayam kampung merupakan salah satu lahan seksi untuk berbisnis dan di instalasi ternak Ayam BBPP Kupang selalu menjual ayam kampong kepada pegawai maupun masyarakat di sekitar balai dan untungnya lumayan.

Berikut ini beberapa keunggulan ayam kampung jika dibandingkan dengan ayam negeri:

#1 Lebih Sehat

Ayam kampung terbilang lebih sehat karena tidak menggunakan zat-zat kimia dalam pemeliharaannya. Unggas ini cukup diberi makan biji-bijian dan vitamin.

Ayam kampung bisa hidup di alam liar sehingga memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Hasilnya, ayam cukup sulit terjangkit penyakit.

#2 Harga yang Relatif Mahal tetapi Memiliki Peminat Segudang

Harga ayam kampung memang lebih mahal dibanding ayam negeri, tetapi, peminatnya tidak pernah surut. Bisnis ayam kampung menyasar industri makanan yang sat ini menjamur, seperti restoran, kafe, atau warung makan.

#3 Lebih Bergizi dan Rasa Daging yang Khas

Ketika diternak, ayam kampung tidak diberi banyak suntikan seperti halnya ayam negeri. Dengan begitu, kandungan dalam tubuh ayam kampung lebih alami. Selain itu, ayam kampung memiliki rasa yang lebih kuat dibanding ayam negeri

Nutrisi penting seperti protein, fosfor, vitamin, dan lemak bisa didapatkan dengan mengonsumsinya.

Dengan geliat bisnis kuliner yang makin bergairah, pasar ayam kampung akan makin luas tiap waktu.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *