Pertanian Tak Akan berhenti Karena Covid-19, Penyuluh dan Petani Manggarai Timur Panen Padi

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan, saat ini gencar dilakukan optimaliasi peran penyuluh serta kolaborasi penyuluh, petani dan pihak terkait lainnya dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi COVID-19.

Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu tiang penyanggah produksi pangan di Provinsi NTT. Pada Panen Masa tanam Pertama Ok-Mar 2020 seluas ± 17 ribu hektar padi dipanen dan dilanjutkan pada bulan Mei sekitar 5-6 ribu ribu hektar dari total luas lahan sawah 22.750 – 23 ribu hektar.

Salah satu lokasi panen saat ini yaitu di Kel..Satar Peot Kec. Borong. oleh Kelompok Tani Mandiri I Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan kegiatan panen hari ini 0,50. Varietas Ciherang. Produktivitas: 4.1 ton/ha. Harga gabah : 6000/kg. Harga beras 10.000/kg.

Sejalan dengan yang disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.

“Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” tegas SYL.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan, Pertanian merupakan salah satu garda terdepan dalam menghadapi Covid-19, karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Seluruh insan pertanian bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi.” Ujar Dedi.

Margaretha Munsiati A.Md selaku penyuluh pendamping menegaskan, bahwa seluruh penyuluh selalu siap siaga mendampingi dan mengawal petani.

“Penyuluh pertanian, mantri tani dan petugas POPT selalu bersinergi bersama petani untuk tetap semangat mengamankan pangan. Bahkan peran Kostratani saat ini justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian berbasis IT,” pungkas Margaretha.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *