KOSTRATANI BERTEKAD AMANKAN STOK PANGAN SELAMA WABAH COVID-19

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Seperti yang dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo bahwa kehadiran Kostratani membuat pertanian jauh lebih mandiri dengan pengolahan yang lebih modern.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, peran Kostratani menjadi sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian dan ekspor berbasis IT.

“Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian bahkan sampai makanan ada di meja makan tidak lepas dari peran Kostratani. Apalagi di saat COVID-19 seperti ini, peran Kostratani menjadi meningkat dalam menyediakan stok pangan,” ujar Dedi.

Kostratani mengawal hasil panen padi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT. Beberapa daerah di Kabupaten ini sudah panen dari maret bulan sampai minggu Ke III bulan April.

Adapun hal ini dibuktikan dengan hasil panen padi di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya yang dilakukan oleh Poktan Sinar Timur di Desa Nanga Labang, Kec Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT, yang melakukan panen padi varietas Ciherang seluas 5 hektare dari potensi 17 hektare dengan produktivitas 7 Ton/Ha Harga beras Rp.11.000/kg.

Penyuluh pertanian di Kostratani Kecamatan Borong, Gervasius Ance menyampaikan bukti semangat penyuluh pertanian tidak surut dalam mendampingi petani binaan untuk panen padi meski saat pandemi COVID-19.

“Ini merupakan hasil upaya bersama antara petani, penyuluh pertanian dalam mengelola usaha tani sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat dalam program Kostratani,” terang Ance.

“Capaian panen yang luar biasa, apalagi saat ini kita sedang dihadapkan dengan wabah COVID-19. Tapi tidak menghalangi kami mengejar panen. Kami penyuluh dan petani bertekad untuk mengamankan stok pangan khususnya padi,” tambahnya.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

[

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *