KOSTRATANI BAKAR SEMANGAT PENYULUH DAN PETANI KEJAR PANEN DI TENGAH COVID-19

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi COVID-19.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan dengan pengolahan yang lebih modern. Masyarakat tidak perlu khawatir soal pangan, 11 komoditas bahan pokok dikawal pemerintah secara intens.

Hal demikian ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan meskipun di tengah pandemi COVID-19 sektor pertanian tidak berhenti, bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekspor berbasis IT.

“Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari hulu hingga hilir pertanian akan menjadi maju, mandiri dan modern. Apalagi di saat ini corona atau COVID-19 yang sedang menyerang, peran Kostratani ini menjadi meningkat dalam menyediakan stok pangan,” kata Dedi di Lampung Utara, Selasa (20/4/2020).

Adapun hal ini dibuktikan dengan hasil panen padi di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya yang dilakukan oleh Poktan Mawar di Desa Compang Lah, Kec Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT, yang melakukan panen padi (22/4/20) varietas Ciherang seluas 1,5 hektare dari potensi 15 hektare dengan produktivitas 6,7 Ton/Ha Harga beras Rp.11.000/kg.

Koordinator Penyuluh Pertanian di Kostratani Kecamatan Poco Ranaka Irma H.Ninda Malo menyampaikan bukti semangat penyuluh pertanian tidak surut dalam mendampingi petani binaan untuk panen padi meski saat pandemi COVID-19.

“Ini merupakan hasil upaya bersama antara petani, penyuluh pertanian dalam mengelola usaha tani sesuai SOP yang tepat dalam program Kostratani. Capaian panen yang luar biasa, apalagi saat ini kita sedang dihadapkan dengan wabah COVID-19. Tapi tidak menghalangi kami mengejar panen. Kami penyuluh dan petani bertekad untuk mengamankan stok pangan khususnya padi,” tegasnya.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *