PENYULUH DAN PETANI KOBARKAN SEMANGAT 45, BUKTI KOSTRATANI MENGGELIAT DI TENGAH CORONA

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Dengan semangat Kostratani, di tengah situasi wavah Covid-19, Penyuluh dan Petani Kobarkan semangat Juang pahlawan pangan dengan menggelar panen Jagung di Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur.

Dikawal PPL dari BPP Sambi Rampas, Risaldus Isaman Saragosa, bersama Ketua Poktan Bunga Haraban, melakukan panen jagung tanggal 21 April 2020 luasan Panen 1,5 ha dengan total luasan potensi Panen 15 ha produktifitas 9,6 ton GKP/ha..perkiraan masa panen 7 hari..harga jagung pipilan Rp 3000/kg harga beras jagung Rp.7000/kg Varietas Lamuru.

Prestasi ini cukup menggembirakan di saat pandemi virus Corona merajalela di seluruh dunia.
Sesuai arahan Mentan SYL, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti.

Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani didampingi penyuluh harus tetap berlangsung meskipun di tengah pandemi global corona saat ini.

“Kostratani dan Kostraling sangat tepat dalam mengantisipasi dan mengamankan stok pangan saat ini walau di tengah wabah Pertanian tidak boleh berhenti “ ungkap SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, dalam kaitan dengan hal tersebut pihaknya mencanangkan tiga program.

Yaitu (1) KOSTRATANI, (2) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial 2,5 juta selama 5 tahun; dan (3) Penyuluhan, pendidikan dan pelatihan vokasi seperti Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, KUR, PMS, dan Gratieks.

Kepala Badan Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa tugas pertanian di saat pandemi harus lebih giat lagi dan tetap produktif.

Dimana para penyuluh tetap harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan masing-masing panen dan pemrosesannya berjalan dengan baik, jangan sampai ada pangan yang tertahan.

Lanjut Dedy Nursyamsi, dalam masa pandemic Covid-19 ini, pertanian dan penyuluhan tidak boleh berhenti.

Risaldus Isaman Saragosa mengatakan penyuluh senang dengan panen yang melimpah dan penyuluh wajib mendampingi petani walaupun dalam kondisi sekarang ini, penyuluh juga mendukung program dan himbauan pemerintah, petani tidak bisa diam diri, kalau waktu nya panen ya panen tetap dilaksanakan.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *