LAWAN COVID 19 PENYULUH DAN HUMAS KEMENTERIAN PERTANIAN AKTIF LAKUKAN PENDERASAN PEMBERITAAN POSITIF PROGRAM DAN KEBIJAKAN KEMENTAN

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Wabah Covid-19 telah membuat beberapa sector anjlok, namun tidak dengan Pertanian, pertanian tetap eksis Bahkan di tengah badai Covid-19, produk pertanian kembali diminati masyarakat.

Meskipun dunia sedang berjuang melawan pandemi novel coronavirus (COVID-19) yang sedang berlangsung, Banyak masyarakat di dunia yang ingin meningkatkan semangat mereka dengan berita positif.

Di sisi lain, masyarakat tengah didera berita-berita buruk, statistik suram, dan ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi virus corona.
Dalam upaya meningkatkan sistem keterbukaan informasi publik, dan peran serta Humas sebagai corong lembaga, di masa pandemic covid 19.

Kementerian Pertanian dalam hal ini Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melakukan penderasan pemberitaan program dan kebijakan Kementan di tengah Covid 19 melaui peran penyuluh dan humas dalam melakukan pembuatan konten berita yang bersifat informatif dan mendidik, sehingga masyarakat pada umumnya dapat mengetahui kinerja Kementerian Pertanian.

SDM pertanian terutama penyuluh dan humas harus kreatif, inovatif, kumunikatif dan koloboratif dalam segala hal, mengasah kemampuan dalam hal publikasi terutama penulisan berita yang menarik dan positif serta membangun networking yang baik dengan media massa.

Menurut Mentan SYL ada berbagai terobosan program kementan terus berupaya membangun kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk mewujudkan percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju salah satunya melalui publikasi di media.

“Kementan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan. Pertanian kita harus mandiri dan modern sehingga keluarga petani semakin sejahtera. Di samping itu, pertanian harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan salah satunya dengan adanya publikasi pada media massa tentang program dan kebijakan kementerian pertanian,” ungkap SYL.

Penyebaran berita positif harus disampaikan oleh Penyuluh, humas dan tim penulis berita sesuai fakta nyata di lapangan.

Jurnalisme memiliki beberapa peran dalam pembangunan pertanian, yaitu Menginformasikan tentang peran penting pembangunan pertanian, Menciptakan peluang bagi petani untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

Media cetak dan elektronik bisa disebut katalis perubahan. Praktisi yang cukup dalam posisi yang unik sebagai penyalur aspirasi dan suara petani, dan pembuat kebijakan.

Media massa sebagai media komunikasi massa merupakan ujung tombak dalam pembangunan pertanian sejak era jurnalistik dimulai. Peran media dalam perihal publikasi dan penyebaran penemuan-penemuan bidang pertanian dapat menarik kembali minat pembacanya. Mengingat citra pertanian Indonesia yang saat ini sedang eksis di tengah pandemic covid 19.

Kepala Badan PPSDMP Prof Dedi mengatakan hal positif di tengah pandemic Covid-19, harus selalu disampaikan, salah satu contoh, tentang 11 komoditas pertanian yang terus harus dikawal Kementan dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat bagi masyarakat.

Penderasan pemberitaan tentang program dan kebijakan kementerian pertanian wajib terus di publikasikan agar masyarakat tahu tentang kebijakan dan eksistensi Kementan, sehingga perlu kerja keras humas dan penyuluh untuk mewartakan kebijakan kementan kearah yang positif dengan konten menarik, uptudate, inspiratif.

“Diharapkan seluruh stake holder yang berada dilingkup kementerian pertanian dapat giat berkerja terutama dalam pembuatan konten berita yang bersifat informatif dan mendidik, kretaif dan inspiratif sehingga masyarakat pada umumnya dapat mengetahui kinerja Kementerian Pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan,” ujar dedi

Dan saat ini negeri Indonesia di landa wabah Covid 19 pertanian menjadi satu sector kehidupan yang masih eksis berperan dalam kehidupan bangsa, kecukupan pangan dengan geliat Kostratani yang didalamnya terdapat kegiatan pertanian dari hulu hingga hilir menunjukan eksistensi Pertanian Tidak Berhenti.

Eksistensi ini juga sedikit banyak ada kontribusi media dalam publikasi pemberitaan yang positif mengenai program dan kebijakan kementan.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *