IWAPI Kota Kupang Minta Pemerintah Berdayakan Usaha Ekonomi Kreatif yang Terancam Lumpuh  Ditengah Badai Pandemi Covid 19

KUPANG.NUSA FLOBAMORA– Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia( IWAPI) Kota Kupang prihatin dengan nasib pekerja ekonomi kreatif di tengah badai pandemi Covid 19.

Kondisi ini dirasakan pula oleh pekerja ekonomi kreatif di NTT terkhusus di Kota Kupang. Banyak yang terancam lumpuh total karena siap tutup lapak, baik di usaha Make up artis, fotografer, bridal, event organizer, wedding organizer.

Menyikapi kondisi ini,  IWAPI Kota Kupang mengeluarkan pernyataan sikap di momen HUT Kartini, Selasa (21/4/2020).

Ketua IWAPI Kota Kupang, Riesta Megasari menyampaikan kepada Media ini, Senin (20/4/2020).

Dikatakan Mega, IWAPI menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap dampak yang luar biasa dari pandemi Covid 19 ini. Terhadap situasi ini dampaknya sungguh dirasakan oleh semua sektor
dan salah satunya pada kegiatan ekonomi kreatif di daerah ini.

Untuk itu, kata Mega, IWAPI menyampaikan
pernyataannya, terkait ekonomi kreatif yg ikut lesu ditengah pandemi covid 19 pada momen HUT RA Kartini tanggal 21 April.

Menurutnya, para pegiat ekonomi kreatif  komitmen dengan himbauan pemerintah, keluar rumah pakai masker, lakukan social distancing, pysical distancing, makan makanan bergizi.

“Namun sampai kapan itu bertahan?  tabungan selama 3 bulan diawal pekerjaan, mulai terkuras habis. Kami ingin menangis, berteriak tapi apa daya..tidak tahu apakah kami bisa bertahan hidup dengan tidak ada sandaran hidup. Sampai kapan kita bisa bertahan hidup,” ujar Mega dengan raut wajah sedih.

Dirinya mencontohkan pengalaman yang dia rasakan. Dirinya  punya usaha Bridal akhirnya harus memilih banting stir dengan menjahit masker dan dengan ini bisa bertahan hidup.

“Ada teman-teman yang punya usaha dibidang make up..harus berjualan kue. Saya yakin teman-teman lain akan melakukan hal yang sama agar bisa penuhi tuntutan perut,” ujar Mega.

Walaupun ditengah badai pandemi covid 19, katanya, mereka tetap tegar dan  tidak mengeluh atau ikut nimbrung diproyek pemerintah terkait ekonomi kreatif.

“Komunitas kami hampir tidak pernah ikut bersama-sama diberdayakan oleh pemerintah. Kami berjuang secara otodidak yang survive dan bertumbuh karena tuntutan hidup,” kata Mega.

Dirinya berharap pemerintah baik yang di Kota Kupang maupun di Provinsi NTT agar bisa melihat penderitaan yang dialami pegiat usaha ekonomi kreatif yang hidup enggan mati tak mau.

“Tolong lihat kami, kami layaknya dibantu, kami butuh perhatian dari pemerintah.Kami berharap wabah covid-19 ini segera berlalu. Kami semua ingin bisa bekerja kembali seperti biasa. Namun karena kita saat ini belum tahu kapan wabah ini berakhir, kami berharap ada pemberdayaan dari pemerintah baik kota mau pun provinsi untuk pekerja di bidang ekonomi kreatif,” pinta Mega mewakili rekan-rekan senasib seperjuangan.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *