Kostratani Sano Nggoang Lakukan Ubinan Begini Hasilnya

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Semangat dan kinerja Kostratani di tengah badai Covid-19 patut diacungi jempo. Ketika banyak orang beraktivitas di dalam rumah, penyuluh dan petani justru setiap hari mengejar produksi, demi stok ketersediaan pangan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan sejak awal dengan Kostratani, pertanian lebih maju mandiri bahkan dengan pengolahan menggunakan teknik yang lebih modern.

Mentan menegaskan masyarakat untuk tidak perlu khawatir soal pangan, sejumlah 11 komoditas bahan pokok akan terus kami kawal secara instens.

Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi juga menegaskan langsung kepada Penyuluh, Petani dan dan Petani Milenial yang ada di Kostratani melalui virtual meeting. Dia mengatakan terkait dampak pandemi Covid 19 yang mempengaruhi perekonomian bangsa, namun tidak halnya dengan Pertanian.

“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat. Ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat kalian sebagai pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan Covid-19 ini selain tim medis. Penyuluh yang semangat mendorong Petani hingga panen dimana-mana. Tentunya pejuang juga harus sehat, jangan lengah tetap lakukan upaya pencegahan penularan”, tegas Dedi.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19. Para penyuluh Kostratani tetap menjadi ujung tombak pemerintah dalam pendampingan petani melalui penyuluhan.

Hal ini dibuktikan oleh Kostratani Sano Nggoang dengan melakukan pendampingan pengubinan dilakukan Bersama-sama dengan koordinator penyuluh Pertanian dari Baai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sano Nggoang Beserta anggota Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kelompok Tani Wae Mata, Desa Nampar Macing Kecamatan Sano Nggoang (17/2/2020).

Pengubinan dilakukan dengan luas sawah 0,5 Ha, varietas inpari 30. Usai Pengubinan diperoleh hasil antara lain ubinan I hasilnya 4,4 Kg, ubinan II hasilnya 4,0 kg, dan ubinan III hasilnya 4,2 kg, dengan rata-rata produktivitas 6,720 GKP Ton/ Ha GKP.

Muhamad Alwi, SST mengatakan Kegiatan pengubinan panen padi sawah adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan Oleh seluruh Penyuluh Lapangan di BPP Kecamatan Sano Nggoang.

“ Tujuan kegiatan pengubinan yakni agar para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil panen di sawah ini dari hasil pengubinan padi varietas Impari 42 di wilayah tersebut diprediksi hasil panen gabah sekitar 6,8 ton per hektar” terang Alwi.

Lanjutnya, walau dalam situasi seperti ini kami penyuluh dan petani tetap kerja seperti biasa tetap bertani dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid, Melakukan physical distancing atau jaga jarak, sering mencuci tangan, tidak berkerumun dan berjemur sambil bekerja di sawah.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *