Dukung Peningkatan Kualitas Pakan Ternak UPT Kementan Gelar Pelatihan Formulasi Pakan Dengan Metode E-Learning

KUPANG.NUSA FLOBAMORA– Di Tengah merebaknya virus corona telah membuat perubahan di berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya kebijakan social distancing yang melarang masyarakat melakukan kegiatan di luar rumah tanpa keperluan mendesak.

Termasuk dalam hal pelatihan untuk mencegah terjadinya penyebaran yang meluas. Efeknya adalah semua pendidikan dan pelatihan konvensional harus dihentikan untuk sementara waktu.

Menteri Pertanian; Syahrul Yasin Limpo (SYL), menyatakan, pertanian harus terus bergerak, maju, mandiri, modern, dan mampu menyediakan pangan bagai 267 juta penduduk Indonesia yang maju, mandiri, dan modern pula.

Hal itu Pula di Pertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, bahwa, apapun yang terjadi, pertanian tidak boleh berhenti, sebab semuanya butuh pangan. Bahkan, seandainya besok mau kiamat, maka hari ini tetap menanam, tetap panen, dan tetap mengolah tanah.

Lanjut Kepala Badan, Pelatihan Pertanian agar metode pelatihan dilakukan dengan terobosan baru dengan memanfaatkan Informasi teknologi.

“Pelatihan tidak boleh berhenti di tengah pandemi Covid-19. Jika diperlukan, pelatihan tematik harus dirubah formatnya, diganti dengan model pembelajaran E-learning,” kata Dedi.

Menyikapi hal tersebut UPT Kementan yaitu BBPP Kupang melaksanakan Pelatihan Teknis Formulasi Pakan Bagi non aparatur (kelompok tani) yang tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap peserta pelatihan dalam memformulasi pakan ternak serta membekali peserta pelatihan agar menjadi profesional dalam memformulasi pakan ternak.

Pelatihan Formulasi Pakan bagi non aparatur yang diikuti oleh 3 Kelompok Tani (poktan), yaitu Poktan Lobar Jaya, Poktan Haburas, dan Poktan Tunmuni yang berlangsung pada 16-18 April 2020.

Mengingat kondisi saat ini dimana tengah terjadi wabah virus corona, maka pelatihan ini dilaksanakan dengan metode e-learning. Metode ini memanfaatkan teknologi sebagai sarana pelatihan sehingga pelatihan dapat terus berjalan ditengah wabah virus corona.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto, MM melalui video conference bertempat di ruang PPID BBPP Kupang. Dalam sambutan beliau menjelaskan agar para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan harus menyesuaikan dengan keadaan dimana pelatihan ini dilakukan dengan metode e-learning.

“Saya berharap agar para peserta mampu memanfaatkan waktu pelatihan ini sebaik mungkin dengan banyak melakukan diskusi serta menggali sebanyak-banyaknya informasi mengenai formulasi pakan agar dapat mengaplikasikannya dengan baik di lapangan” Ujar Bambang.

Pelatihan ini didampingi oleh dua orang fasilitator yaitu Fabianus Kowa Keraf, SP, M.Si dan Marthen Leonard Ressie, SP, M.Si

Fabianus selaku fasilitator mengatakan walau keadaan negeri di landa wabah corona BBPP Kupang serta Widyaiswara tetap aktif melakukan pelatihan walaupun fortmat pelatihan tatap muka di kelas di gantikan dengan pelatihan jarak jauh melalui e-learning.

“Walaupun format pelatihan di ganti dengan pelatihan jarak jauh namun kualitas tetap di jaga pelatihan ini, diharapkan agar para petani dapat terampil dibidang menyusun formulasi pakan sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan bertani sehari-hari,” ungkap Fabi

Lanjutnya, pelatihan Teknis Formulasi Pakan ini meliputi pengetahuan formulasi ransum untuk ternak, jenis pakan, kualitas pakan, teknik pemberian ransum dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan efisiensi penggunaan maupun pemberian ransum.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

[

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *