Widyaiswara Kementan Ciptakan Nilai Tambah Komoditas Kelor Melalui Pelatihan E-Learning Bagi P4S

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Di Tengah Merebaknya virus corona telah membuat perubahan di berbagai sektor kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya kebijakan social distancing yang melarang masyarakat melakukan kegiatan di luar rumah tanpa keperluan mendesak.

Termasuk dalam hal pelatihan untuk mencegah terjadinya penyebaran yang meluas. Efeknya adalah semua pendidikan dan pelatihan konvensional harus dihentikan untuk sementara waktu.

Menteri Pertanian; Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada tanggal 13 April 2020 lalu menyatakan bahwa, “pertanian harus terus bergerak, maju, mandiri, modern, dan mampu menyediakan pangan bagai 267 juta penduduk Indonesia yang maju, mandiri, dan modern pula”.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam arahannya mengatakan bahwa pelatihan harus tetap jalan, tetapi dengan memanfaatkan online system dan e-learning.

Hal itu Pula di Pertegas oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, bahwa, “Apapun yang terjadi, pertanian tidak tidak boleh berhenti, sebab semuanya butuh pangan”. Bahkan, “Seandainya besok mau kiamat, maka hari ini tetap menanam, tetap panen, dan tetap mengolah tanah”.

Lanjut Kepala Badan, Pelatihan Pertanian agar metode pelatihan dilakukan dengan terobosan baru dengan memanfaatkan Informasi teknologi.

“Pelatihan tidak boleh berhenti di tengah pandemi Covid-19. Jika diperlukan, pelatihan tematik harus dirubah formatnya, diganti dengan model pembelajaran E-learning,” katanya.

Menyikapi hal tersebut BBPP Kupang pada hari Kamis (16/4/2020) melakukan Pelatihan Pengolahan Hasil Ternak yang di gawangi oleh Widyaiswara Utama Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, MM yaitu mengolah Kelor Menjadi Bakso dengan nama Kerennya Bakselor /Bakso Kelor

Produk Bakselor ini merupakan produk pangan yang memiliki nilai gizi yg sangat tinggi krn perpaduan dari nilai gizi protein Hewani dan nabati yang berpadu dari daging ayam dan daun kelor sehingga dapat mendongkrak imunitas tubuh sabagai salah satu yg harus dilakukan oleh masyarakat saat ini menghadapi pandemik corona

Pelatihan ini Memberi Nilai tambah dan nilai komersil pada komiditi kelor , dimana kelor pada umumnya hanya di kenal sebagai masyarakat Indonesia tak asing dengan daun kelor yang sempat menggemparkan publik lantaran dipercaya mampu menjaga rumah dari serangan makhluk ghaib. Namun di balik semua itu, daun yang bernama latin Moringa oleifera ini ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Menurut laporan Medical News Today, daun kelor mengandung senyawa yang bersifat antijamur, antivirus, antidepresan, serta anti-inflamasi. Tumbuhan yang berasal dari India ini sudah banyak ditemui di Afrika, Amerika Selatan, hingga Asia, termasuk Indonesia.

Daun kelor merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral cukup tinggi. Daun kelor mengandung vitamin A, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niacin), vitamin B6, serta vitamin C.

Daun kelor juga memiliki kandungan penting lainnya seperti kalsium, kalium, zat besi, magnesium, fosfor, seng, serta rendah kalori. Semua senyawa tersebut sangat diperlukan bagi kesehatan tubuh.

Menurut Ir. Wiwiek Costa, MM selaku instruktur dalam pelatihan ini mengatakan Pelatihan Pengolahan Hasil Ternak bagi non Aparatur ( petani- ternak) yg dilaksanakan dengan metode E-learning merupakan pelatihan perdana karena mempertimbangkan situasi dan kondisi saat ini yang mana kita wajib menerapkan Physical Distancing.

“Metode ini cukup efisien ditinjau dari sisi waktu, tenaga dan anggaran karena nara sumber cukup hanya stay di satu titik dan pesertanya bisa mengikuti dari berbagai tempat lewat laptop atau Hp Android dengan aplikasi Meeting Zoom,” ujar Wiwiek

Lanjut Wiwiek, sebagai widyaiswara, saya merasa sangat senang karena di tengah penerapan social distancing ini, kami masih tetap bisa berbuat sesuatu, meningkatkan Sumber Daya Manusia lewat tehnik ini. Minimal kami tidak diam saja tapi kami tetap dapat bermakna bagi masyarakat tani.

Pelatihan pengolahan hasil ternak tersebut di ukuti oleh 30 orang dari 2 P4S binaan BBPP Kupang yaitu P4S KWT Damai dan P4S Tungbers sehingga pelatihan ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat khususnya P4S dan anggotanya untuk melek IT, terus berinovasi dan tetap aktif walau sedang wabah corona.

Pada lokasi yang berbeda Ketua kelompok P4S KWT Damai Mengatakan sangat senang karna ada pelatihan pengolahan hasil ternak dari BBPP Kupang walau metodenya berbeda dengan pelatihan biasanya.

Lanjut Clara “pelatihan kali ini jarak jauh kita lihat melalui HP atau laptop seperti kita nonton TV, tapi bedanya kita bisa berkomunikasi dengan pelatihnya langsung, ini membuat kami senang karena hal baru buat kami dan memotifasi kami para ibu-ibu anggota kelompokm P4S KWT damai untuk belajar tentang teknologi dan terus berkreasi dengan menu2 olahan.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

[

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *