Riesta Megasari :  Angkat Nasib Perempuan Dengan Menjahit Masker Ditengah Pandemi Covid 19

 

SEBENTAR lagi akan diperingati hari Kelahiran RA Kartini tanggal 21 April. Pada momen ini biasanya kaum perempuan dimana-mana mempersiapkan segala sesuatunya untuk merayakan hari bersejarah bagi kaum perempuan Indonesia.

Tapi pada tahun 2020 ini, hari bersejarah bagi kaum perempuan ini terasa hambar karena adanya virus corona.

RA Kartini dengan Bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang” sangat pas direkatkan pada situasi saat ini. Bangsa ini tengah dilanda bencana virus corona (Covid 19) membuat semua orang terkhusus kaum perempuan  dilanda kegelapan. Baik di bidang kesehatan, kegelapan ekonomi, kegelapan sosial.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Kupang, Riesta Megasari, merupakan satu dari perempuan tangguh di Kota Kupang, tidak pernah menyerah dalam situasi seperti saat ini.

Megasari–demikian Ia disapa kepada Media ini, Jumat (17/4/2020) secara tegas menyatakan bahwa situasi saat ini jangan sampai membuat kaum perempuan khusus di Kota Kupang patah semangat.

“Saya berharap dengan diperingatinya Hari Kartini, kaum perempuan NTT terkhususnya Kota Kupang jangan patah semangat. Yakinlah ada cahaya terang di depan sana untuk kita semua. Mari kita sama-sama bergerak, berjuang, bukan hanya untuk diri kita kaum perempuan, namun untuk keluarga tercinta kita, masyarakat kita, anak cucu kita kedepan menuju keadaan yang lebih baik,” ujar Ibu tiga anak ini.

Dirinya  mengajak teman-teman perempuan bangkit dari keterpurukan ini. Kaum perempuan harus  bisa memenangkan pertarungan ini dengan berusaha menciptakan peluang usaha ditengah badai Covid 19.

“Kita bisa bangkit, teman-teman perempuan yang ada di Kota Kupang yang terdampak PHK karena covid-19, yang masih belum punya pekerjaan, bisa kontak saya, kita belajar menjahit masker bersama,” kata Megasari.

Menurutnya, kaum perempuan yang menjadi korban PHK untuk bisa bergabung bersamanya dalam  menciptakan lapangan kerja untuk membantu diri sendiri,  bisa membantu keluarga.

“Kita jahit bisa  masker. Masker yang kita jahit kita tawarkan ke pemerintah atau siapapun yang berniat ingin berbagi. Mereka tidak perlu beli di luar, tapi ada kita di sini, perempuan pejuang keluarga, pejuang masyarakat,” pungkas Megasari.

Megasari menambahkan, saat ini ada 7relawan yang bersama-sama bergerak untuk menjahit masker. Masker donasi kemudian dibagikan ke pedagang di pasar-pasar, pedagang ikan, buruh pelabuhan, portir, pemuda karang taruna.

“Masker hasil jahit yang kita jual sudah dipesan dari berbagai kabupaten. Saya sangat berharap Pemerintah Kota Kupang juga ikut bisa berdayakan perempuan-perempuan IWAPI dan perempuan UMKM di Kota Kupang. Jangan dipesan di Jawa karena kami disini juga  bisa,” tandas sosok murah senyum ini.

Pihaknyapun  saat ini juga lagi belajar produksi face cover/face shield tenaga medis, hanya memang masih terkendala alat. Terima kasih buat para tenaga medis dan team relawan covid yang ada di garda terdepan telah membantu pemerintah NTT, semoga tetap semangat dan sehat selalu.

Dirinya mengajak semua kaum perempuan untuk  bersama-sama membantu pemerintah, agar segera keluar dari  kegelapan kesehatan,  kegelapan ekonomi dan kegelapan sosial berkenaan dengan pandemi corona saat ini.

“Saya mengajak masyarakat untuk ikut himbauan pemerintah terkait pemakaian masker, Social distancing, physical distancing dll. Apabila ada yang butuh masker bisa kontak ke nomor HP ini (081337466666). Kita akan siapkan dan antarkan ke pemesan,” ujar wanita berparas cantik ini.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *