Stok Beras di Nusa Tenggara Timur Bertambah, Penyuluh dan Petani Sukses Panen Padi di Tengah Merebaknya Corona

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Meningkatnya penyebaran Covid 19 membuat beberapa sektor penting mengalami kendala teknis, termasuk sektor pertanian khususnya pangan. Namun kondisi tersebut sudah dapat diantisipasi oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian (kementan) bekerja sama dengan seluruh pemerintah daerah dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan stok beras untuk kebutuhan puasa dan hari raya lebaran mendatang aman dan terkendali. Meskipun ketersediaan pangan tersebut masih dibayangi wabah virus corona (Covid-19) yang merebak di Indonesia.

“Stok beras kita 3 juta ton. Lalu di Akhir bulan Maret-April kita akan panen lagi. Kalau semua berjalan lancar akan ada tambahan sebesar 8 juta ton. Untuk itu stok beras kita sangat aman,” Ungkap SYL

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan terkait penyediaan sektor pangan yang tak boleh berhenti ini menjadi wujud semangat petani terus berproduksi ditengah pandemik Covid 19.

“Sektor yang lain mungkin terhenti dengan adanya Covid 19, namun sektor pangan harus tetap berjalan, karena seluruh rakyat Indonesia membutuhkan pangan, “ tutur Prof Dedi Nursyamsi.

Ketersediaan stok beras ini akan terus bertambah mengingat Maret sampai April ada juga yang sampai Mei adalah musim panen raya. Dengan demikian, pasokan beras betul-betul aman tersedia bagi kebutuhan masyarakat dalam situasi apapun.

Stok Pangan Khususnya Beras di Nusa Tenggara Timur akan bertambah untuk mencukupi permintaan masyarakat beberapa bulan kedepan termasuk cukup untuk bulan ramadhan dan Lebaran.

Karena di Nusa Tenggara Timur di seluruh Kabupaten memasuki dan sedang panen diantaranya Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ngada  serta kabupaten lainnya di NTT.

Salah satunya adalah poktan Aemu  2 lokasi Panen P3A Aemu  di Desa Mengeruda Kabupaten Ngada yang sedang melaksanakan panen pada Rabu  (15/4/2020)  luas lahan Panen sekitar 1 ha, potensi luasan Panen 45 ha varietas IR 64 dan produktifitas 7 ton/ha sisanya masih berlangsung panen yang diperkirakan hingga bulan Mei 2020.

Petani dan penyuluh, tetap melaksanakan panen padi sawah dengan suka cita  meski di tengah wabah COVID-19.

Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai pendamping petani di Mengeruda Emanuel Wesa menyampaikan, “Semangat kerja dari petani sangatlah tinggi, sekalipun kondisi saat ini sedang mewabahnya virus corona namun tak menyulut semangat mereka untuk tetap bertani dengan tidak mengesampingkan himbauan pemerintah untuk tetap waspada, Jaga Jarak dan menjaga kesehatan diri”.

Menurut Emanuel, melihat berhasilnya panen dari kelompok tani yang ada sekarang, harapannya dapat membantu memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat sambil petani terus meningkatkan produktifitasnya dalam bertani agar hasil yang ada sekarang dapat terus meningkat dalam jumlah dan juga kualitasnya.

Ketua Kelompok Tani Aemu  2,  Ansel mengatakan bahwa, anggota kelompoknya agak kesulitan menjalankan instruksi pemerintah untuk tidak keluar rumah.

“Saya dengan petani lain harus mencari nafkah demi pemenuhan kebutuhan hidup keluarga, namun kami tetap mengikuti langkah-langkah dan anjuran tetap hidup sehat dan menjaga jarak fisik,” ungkap Ansel.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *