Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi : Urusan Perut Tidak Boleh Berhenti,  Besok mau Kiamat Petani Tetap Tanam dan Panen

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Sebanyak 67 Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan dari seluruh provinsi di Indonesia secara resmi dikukuhkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL)  melalui Vidio Conference (Vicon), Senin (13/4/2020).

Selain Mentan memberikan arahan kepada para duta se-Indonesia ini, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi juga memberikan arahan dan harapan kepada para duta dan petani di Indonesia.

Menurut Dedi, pengukuhan petani milenial dan petani andalan yang dilakukan saat ini sangat penting. Ini dalam upaya  mendukung pertanian nasional ditengah badai wabah covid 19 yang masih melanda seluruh dunia.

Dijelaskan Dedi bahwa dari data BPS jumlah penduduk Indonesia sekitar  33,4 juta dimana Petani milenial  baru mencapai 2,7 juta orang. Setiap tahun petani milenial usia 19-39 terua mengalami penurunan. Apabila kondisi ini terus terjadi maka suatu saat  Indonesia akan mengalami krisis petani.

“Saya katakan bahwa regenerasi petani harus  dilakukan.  Suka atau tidak suka,  mampu atau tidak  mampu regenerasi  petani harus kita lakukan,” ungkap dedi.

Dedi menambahkan, peran petani milenial saat ini sangat dibutuhkan dalam menyebarkan informasi melalui  program Pertanian tidak berhenti.

“Apapun yang terjadi petani tidak boleh berhenti bekerja. Urusan Perut Tidak Boleh Berhenti,  Besok mau Kiamat Petani Tetap Tanam dan panen,” tegas Dedi.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Ir Dedi Nursyamsi, pengukuhan duta Petani Milenial dan duta petani andalan Kementan, merupakan apresiasi kepada pelaku pembangunan pertanian yang telah mendedikasikan dan memberikan kontribusi dalam gerakan pembaharuan pembangunan untuk memajukan sektor pertanian berorientasi eksport.

“Jadi petani milenial itu sekitar 8% dari total petani kita jadi sisanya lebih dari 90% masuk kategori petani kolial atau petani yang sudah tua dan ini adalah permasalahan kita,” tambah Dedi.

Data BPS tiap tahun jumlah petani milenial yang umurnya 19- 39 tahun menurun terus.
Contohnya : tahun lalu 2017-2018 itu ada penurunan 415 ribu petani milenial, turun terus dan ini menjadi tantangan bersama.

Dari total 67 duta petani milenial yang dikukuhkan, satu diantaranya petani milenial dari NTT yakni Gestianus Sino. Turut menyaksikan acara vicon ini Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Haryanto, MM dan Kabag Umum, Muhamad Ukkas, juga beberapa staf BBPP Kupang.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *