Kepala BBPP Kupang Minta Ketua GS Organik Matani Jangan Cepat Berpuas Diri

Kepala BBPP Kupang Minta Ketua GS Organik Matani Jangan Cepat Berpuas Diri

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Haryanto, MM meminta Ketua GS Organik Matani, Desa Penfui Timur, Gestianus Sino, untuk tidak cepat berpuas diri.

Pengukuhan menjadi petani milenial dan masuk dalam P4S Binaan BBPP Kupang hendaknya semakin memacu semangat untuk terus berinovasi dalam upaya mengembangkan usaha agar bisa go internasional.

Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Haryanto, MM menyampaikan hal ini kepada wartawan selesai mengikuti acara pengukuhan 67 duta petani melalui vicon, Senin (13/4/2020).

mengatakan, Dari Balai besar telah mengusulkan dan telah ditetapkan dari GS organik yang merupakan P4S binaan dari BBPP kupang dan sekaligus sebagai koordinator untuk duta petani milenia dan duta petani andalan untuk Provinsi NTT.

” Saya juga mengucapkan terimahkasih kepada Bapak Gestianus Sino yang telah dikukuhkan dan di tetapkan sebagai duta mewakili Provinsi NTT. Dengan pengukuhan ini saya berharap, tidak puas hanya sampai disitu saja, tapi terus berinovasi dan tingkatkan hasilnya agar kita bisa mencapai eksport tiga kali lipat” katanya.

Bambang menyampaikan, bahwa pengukuhan dan penetapan ini dilaksanakan lewat vidio conference( vicon) langsung dari Jakarta Senin( 13/4/2020).

Dirinya mengatakan, memasuki peradaban baru, meskipun  ditengah wabah covid19 tapi Kementan tetap bekerja, tetap berbuat. Apa yang selama ini digaungkan dengan istilah four poin zero ( 4.0).

Jargon atau take line, pertanian yang maju, pertanian yang moderen itu sudah terbukti lewat Vicon, bisa disaksikan kegiatan pengukuhan dan lain lainnya. Dampaknya luar biasa dari sisi anggaran.

Bambang menjelaskan, BBPP Kupang sudah berkoordinasi, dan peran dari GS organik adalah memberikan pembinaan – pembinaan kepada petani-petani kita sekitarnya dan khusus di NTT.

Dikatakannya, bahwa ada penurunan minat generasi muda disektor pertanian. Untuk itu Kementan memilih yang masih muda, enerjik agar gerakannya bisa lebih cepat. Dengan kapasitas yang memadai, setidaknya bisa faham apa yang diingini oleh pemerintah.

Dirinya juga menjelaskan,  tujuan pembangunan adalah mencukupi kebutuhan pangan bagi 267 juta masyrakat Indonesia. Meskipun ditengah wabah covid 19 petani kita tetap harus bekerja.

“Penegasan yang telah disampaikan oleh Kepala Badan  tadi di Vicon bahwa, “besok mau kiamatpunpun hari ini tetap menanam ” itu dimaksudkan, bukan karena dampak wabah covid 19 terus petani tidak bekerja, masyarakat butuh makan, butuh pangan,” ujarnya.

Lanjutnya, kesejahteraan petani harus ditingkatkan. Petani harus berkoordinasi dan tingkatkan kualitasnya, produkfitasnya, kontinyufitasnya sehingga pada gilirannya nanti, setelah mencukupi domestik diharapkan bisa meningkatkan eksport tiga kali lipat.

Sementara Gestianus Sino ketika ditanya soal target kedepan untuk membina generasi muda dalam hal pertanian organik, Gestianus mengatakan, selama ini dirinya sudah melatih kurang lebih ribuan orang dirumahnya. Tetapi kendalanya hanya ikatan sementara berupa fasilitas pelatihan saja.

Dirinya menginginkan adanya Surat Keputusan( SK)  dari Kementan lewat BBPP Kupang agar dirinya lebih semangat dan lebih fokus. Seperti dikutip dari kepala Badan bahwa sekurang- kurangnya 10 orang dalam 1 desa. Jadi untuk target menuju indonesia yang mandiri pertanian bisa tercapai.

” Saya pekerjakan 25 tenaga kerja,  usaha Saya ini di pasarkan  di Lippo, Transmart, Hotel Aston, sedangkan dikantor-kantor  seperti, di Balai POM, Kantor BI pusat, Bank NTT, Kantor BNN. Saya juga distribusi lewat online juga, mereka WA saya dan saya antarkan” ujarnya.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *