Poktan Pelita Kabupaten Manggarai Manfaatkan Combine Harvester pada Saat Panen

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Sejak Maret sampai dengan April adalah musim panen padi, musim yang di tunggu-tunggu oleh para Petani. Begitu juga Kelompok Tani (Poktan) Pelita Kelurahan Mata Air Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Poktan ini diKetuai Mohamad Saleh Anwar dan mereka memanen menggunakan mesin berteknologi berupa Combine Harvester untuk memanen padi di areal sawah mereka.

Luas hasil panen pada Sabtu (4/4/2020) 0,25 Ha dengan potensi panen 22,75 ha Provitas rata rata 1,70 ton/Ha Varietas Membramo harga GKP Rp. 5000 dan harga beras Rp. 10.000 dengan penyuluh pendamping Marsel Nagung, S.Pt.

Marsel Nagung S.Pt mengatakan “Dengan mesin combine harvester semua kegiatan atau proses memanen ini dapat dikerjakan sekaligus dalam satu rangkaian pemanenan padi di sawah, sehingga hasilnya siap dijemur atau dijual”.

Lanjutnya, kegiatan panen menjadi sangat efisien baik dari jumlah tenaga maupun waktu. Dalam 1 Ha sawah yang biasa panen oleh 15 -20 orang selama 2 – 3 hari, tetapi dengan mesin combine harvester cukup 6 jam dengan 2 orang saja.

Secara biaya, dengan menggunakan mesin combine harvester lebih hemat biaya sampai 50% daripada menggunakan tenaga manusia secara manual.

“Terik matahari juga dimanfaatkan petani untuk menjemur hasil panen padi, meskipun beraktifitas di sawah, mereka tetap waspada dengan menjaga jarak saat interaksi dengan orang lain untuk mencegah penyebaran virus Corona,” Ungkap Marsel.

Menurut Marsel penggunaan Alsintan sangat membantu proses panen, khususnya menangkal penyebaran virus Corona karena penggunaan mesin panen combine harvester meminimalisir interaksi dengan banyak orang di lapangan.(Rilis Berita BBPP Kupang/Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *