BBPP Kupang Lakukan Pendataan Luas Panen, Tanam di Setiap Kostratani

 

 

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Menghadapi pandemi corona yang diperkirakan akan sampai dengan bulan April mendatang, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan sigap menyiapkan pangan untuk masyarakat Indonesia dengan mendorong produksi pangan bulan Maret-April 2020.

Salah satu upayanya adalah menjamin ketersediaan pangan. Untuk hal tersebut, pihak Kementan lakukan pendataan luas panen, tanam serta kegiatan petani yang ada di setiap Kostratani di Indonesia. Khusus di NTT, kegiatan ini dilakukan BBPP Kupang.

Rilis Berita dari BBPP Kupang, Minggu (05/04/2020) dituliskan bahwa sesuai arahan Mentan Sahrul Yassin Limpo (SYL), pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung di tengah pandemi global Corona.

Bukti pertanian tidak berhenti di tunjukkan oleh kelompok tani (Poktan)  Pata yang di ketuai oleh Bona Ventura Madu, di Desa Bentang Suru Kecamatan  Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi  NTT.
Luas panen pada Sabtu  (04/04/2020)  2 Ha dengan potensi panen 10 ha Provitas rata rata 7,2 ton/Ha Varietas Inpari 32 .

Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai pendamping petani di Desa  Bentang Suru,  Barnabas Nabang, menyampaikan, “Pada umumnya penyuluh di Kabupaten Manggarai Barat semangat kerjanya tinggi.  karena saat ini mereka masih kerja seperti biasa di lapangan walau sekarang ini sedang mewabahnya corona mereka tetap bekerja dengan tetap menjaga diri dan tetap menjalankan himbauan pemerintah mengenai corona ini,” ungkap Barnabas.

Di kesempatan yang berbeda Kepala BP3K/KOSTRATANI Kabupaten Manggarai Barat Pius Payong Boro, SP, mengatakan “Saya bangga karena daerah lain mengalami krisis pangan namun kami masih bisa panen untuk kebutuhan hidup, dan berharap agar wabah corona cepat selesain,” tutur Pius.

Kepala BBPP Kupang, drh. Bambang Haryanto. MM mengatakan “BBPP Kupang selalu siap mendukung program Kementan salah satunya kostratani dengan melakukan kordinasi dengan BPP setempat dan pemantauan pendataan LTT, Panen, dll”.(Rilis Berita BBPP Kupang –  Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *