Terkait Covid 19, BI Tetap Koordinasi dengan OJK dan Perbankan Terhadap Stabilitas Sistem Keuangan

 

KUPANG.NUSA FLOBAMORA— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT secara berkelanjutan tetap berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perbankan untuk meredam dampak negatif Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan khususnya risiko NPL dari sisi kredit kepada UMKM dan sektor Rumah Tangga.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, melalui Siaran Pers Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT,  Senin (30/3/2020).

Dijelaskan Ariawan, di sistem pembayaran, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dan Perbankan menjamin ketersediaan uang layak edar yang higienis dan mendorong penggunan pembayaran non-tunai.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, TPID, Satgas Pangan, dan OJK untuk memonitor secara cermat kondisi perekonomian, keuangan, dan harga-harga di pasar serta langkah-langkah koordinasi kebijakan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi dengan baik.

Pada bagian lain Ariawan menambahkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT memprakirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT sepanjang 2020 masih positif meskipun lebih rendah dari pada prakiraan sebelumnya.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT memprakirakan Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT sepanjang tahun 2020 pada kisaran 5,02% – 5,42% (yoy), lebih rendah dibandingkan prakiraan sebelumnya yakni pada kisaran 5,20% – 5,60% (yoy) dan juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2019 yang mencapai 5,20% (yoy).

Menurutnya, terkait inflasi diprakirakan pada kisaran 2,40% – 2,80% (yoy), tidak berubah dibandingkan prakiraan sebelumnya dikarenakan pola permintaan yang masih terjaga dan ketersediaan pasokan kelompok makanan.

Stabilitas sistem keuangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terjaga. Kredit Perbankan pada Februari masih tumbuh sebesar 11,39% (yoy) dan rasio NPL (gross) sebesar 2,14%, sementara DPK pada bulan yang sama tumbuh sebesar 13,89% (yoy).

Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada stabilitas sistem keuangan khususnya potensi pertumbuhan kredit yang melambat diprakirakan terlihat mulai Triwulan II-2020.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *