Temu Tugas Jadi Wahana  Motivasi  Pengetahuan dan Ketrampilan  Peneliti-Penyuluh Balitbangtan dan Penyuluh Daerah

 

 

NAIBONAT-NUSA FLOBAMORA—Temu tugas merupakan pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluh, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam lingkup pertanian. Temu tugas menjadi wahana untuk meningkatkan motivasi, pengetahuan dan ketrampilan serta sikap penyuluh pertanian.

Dalam meningkatkan kinerja penyuluh pertanian diperlukan berbagai aspek diantaranya dukungan informasi tehnologi tepat guna, bimbingan dalam melakukan pendampingan yang efektif dan efissien, pembinaan mental serta pengorganisasian didalam melaksanakan tugas sebagai penyuluh pertanian.

Koordinator Program dan Evaluasi BPTP NTT,  Dr.  Bernard de Rosari, menyampaikan hal ini saat dijumpai di sela-sela kegiatan Temu Tugas peneliti-penyuluh Balitbangtan dan penyuluh daerah di aula BPTP Balitbangtan NTT Kamis (12/3/2020).

Dikatakan Ben, tujuan utama dari kegiatan ini adalah BPTP mendiseminasikan apa yang sudah dihasilkan. Soal apa yang sudah dihasikan oleh Badan Litbang tentang inovasi teknologi,  diseminasikan kepada masyarakat lewat penyuluh daerah.

Selain itu juga mendiseminasikan teknologi yang sudah dihasilkan untuk mencari tahu umpan balik dari penerima, mengumpan masyarakat dalam hal ini penyuluh, kira-kira apa yang kurang pas dari inovasi yang telah dihasilkan BPTP.

Dijelaskan Ben,  Salah satu fungsi dari BPTP adalah merakit teknologi spesifik lokasi, teknologi yang betul-betul sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia, kemampuan lingkungan, sumber alam di NTT sehingga teknologi yang dihasilkan itu baik untuk masyarakat.

“Giat temu tugas peneliti-penyuluh Balitbangtan dan penyuluh daerah, mendapatkan masukan soal output   berupa teknologi BPTP yang kita hasilkan itu. Kita diseminasikan dan bagaimana umpan balik dari pengguna,” katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, Penanggung jawab kegiatan ini, Ir Onike T. Lailogo, M.Si ., Ph.D menjelaskan tujuan Temu Tugas.

Pertama,  kegiatan ini untuk mendiseminasikan teknologi-teknologi yang sudah dihasilkan oleh BPTP sebagai perpanjangan tangan dari Badan litbang di daerah.

Menurutnya, teknologi -teknologi spesif lokasi terdiseminasikan lewat penyuluh – penyuluh.  Karena Penyuluh  itu adalah ujung tombak pembangunan pertanian di desa-desa sehingga dengan adanya kegiatan ini, penyuluh dapay membawa teknologi-teknologi yang sudah dihasikan maupun yang sudah disampaikan ke petani.

“Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah, bisa memperbaiki cara berusaha tani baik itu pertanian, perkebunan, peternakan sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan akhirnya bisa meningkatkan pendapatan pertanian sehingga kesejahteraan itu bisa tercapai,” katanya.

Selain itu juga kata  Onike, ingin menggali umpan balik dari penyuluh-penyuluh ini tentang tehnologi yang sudah disampaikan, seperti apa sebenarnya penyuluh itu di lapangan, apa sebenarnya penyuluh itu di lapangan sesuai denga sifat-sifat inovasi itu sendiri.

Tujuan  kedua, kata Onike,  program-program strategis Kementan sekarang bisa tersampaikan dan yang ketiga, Kostratani yang sekarang menjadi salah satu program yang terbaru Kementan bisa dipahami penyuluj.

Selanjutnya disampaikan pula mengenai dana KUR yang  juga menjadi program nasional dari kementan untuk membantu petani dalam akses permodalan, dapat dipahami penyuluh.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *