Tiga Kelompok Tani di Oeteta Jadi Lokasi Temu Lapang Petani dari 5 Kecamatan

 

SULAMU-NUSA FLOBAMORA–Tiga kelompok tani di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang yakni, Kelompok Tani Amnekat, Sehati, Nekmese menjadi lokasi temu lapang para petani dari 5 kecamatan.

Para kelompok tani dari 5 kecamatan yakni Kecamatan Kupang Timur, Sulamu, Amabi Oefeto, Fatuleu dan Takari, melihat dan mendengar secara langsung di lokasi dari kelompok pengembang varietas jagung dari perusahaan nasional penyedia bibit jagung hibrida.

Asisten II  Sekda Kupang, Jemi Ulli mewakili Bupati Kupang saat membuka kegiatan Temu Lapang, Gelar Tehnologi budidaya jagung di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, Sabtu ( 7/3/ 2020), memberikan profisiat bagi pemerintah Provinsi NTT, BPTP dan seluruh perangkat yang telah memfasilitasi dan memediasi dengan menghadirkan para perusahaan produsen untuk memperkenalkan varietas jagung yang ada.

Jemi menharapkan, kegiatan temu lapang  yang diselenggarakan ini dapat menghasilkan rekomendasi, alternatif sehingga ada satu keputusan pasti yang dapat dilakukan oleh petani atau usaha-usaha tani yang ada di Kabupaten Kupang.

“Kita tangkap peluang yang di fasilitasi, mediasi oleh Pemerintah Provinsi NTT, untuk  kita melaksanakannya dalam kerangka bagaimana seluruh kebutuhan dari pada masyarakat yang ada, salah satunya tawaran dari pemerintah adalah jagung hybrida,” ujarnya.

Jimi juga menjelaskan bahwa jagung hibrida ini sangat tepat untuk di galakkan. Petani melakukan kegiatan menanam  mengingat kondisi sekarang ini curah hujannya sudah mulai merata.

 

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Provinsi NTT, Yohanis Oktovianus dalam arahannya mengatakan, kegiatan temu lapang ini dilaksanakan untuk  mengetahui, mengevaluasi penampilan dari masing-masing perusahaan yang memproduksi varietas jagung hibrida.

Nantinya masyarakat atau para petani dan semuanya akan melihat dan menilai dari penampilan semua ini mana yang terbaik.

Dalam proses tehnologi ini,;kata Yohanis, setiap fase itu diamati untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan vegetatifnya, generatifnya sampai produktifitasnya. Akan diketahui berapa produktifitas yang dihasilkan oleh masing-masing varietas.

” Kita tawarkan kepada masing-masing perusahaan jagung hibrida yang mau berkarya atau bermitra di NTT. Saat ini ada 7 perusahaan yaitu, PT Pioner, PT Agri Makmur Pertiwi, PT Bisi, PT Twin, PT BCA, PT Sygenta, dan PT Sangkara  yang ikut terlibat dan masing-masing perusahaan itu menampilkan 2-5varietas,” jelasnya.

Dikatakan bahwa luas yang digunakan untuk menanam ini menyebar tidak hanya satu hamparan. Pada kondisi saat ini seluas 36 hektar yang ditanam.

Besar harapannya, dari pertemuan lapang ini  petani sudah bisa mendapat gambaran dan ini bukan kegiatan yang terakhir, tapi nanti pada saat panen akan dilihat berapa produktifitas terakhir.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Ir. Pandapotan Sialagan, Anggota DRPD Kupang Dapil 2, Hengki Loden, Danramil 16 0409 Sulamu,  Kapolsek Sulamu dan para penyuluh, para Perusahaan produsen  dan para petani dari  5 Kecamatan. ( ampera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *