Indeks Pembangunan Manusia NTT Mencapai 65,23

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Pembangunan manusia di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia ( IPM) NTT.

Pada tahun 2019, IPM NTT telah mencapai 65, 23. Angka ini meningkat sebesar 0, 84 poin dibandingkan dengan IPM NTT pada tahun 2018 sebesar 64,39.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik NTT, Matamira B. Kale, S.Si; M.Si mewakili Kepala Badan Pusat Statistik NTT, Darwis Sitorus saat Jumpa Pers di Aula BPS NTT, Senin ( 2/3/2020).

Matamira mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia ( IPM) adalah untuk mengukur kualitas pembangunan manusia dari 3 dimensi. Pertama, dari Dimensi umur panjang dan hidup sehat itu menggunakan indikator umur harapan hidup saat lahir.

Kedua, Dimensi standart hidup layak menggunakan pengeluaran perkapita pertahun yang disesuaikan, ada penyesuain dalam penghitungannya.

Ketigan Dimensi pengetahuan atau pendidikan yaitu ada 2 indikator, indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah.

Dijelaskan Matamira, sejak tahun 2010, di Indonesia untuk menghitung IPM sudah menggunakan metode baru.

“Jadi dalam penghitungannya maupun indikatornya ada penyesuaian dan yang digunakan secara internasional. Kita sudah sering dengar IPM kita di NTT untuk tahun 2019 mencapai 65, 23 dibanding 2018 itu mengalami peningkatan. Walaupun meningkat tetapi statusnya masih dalam katagori sedang,” ungkapnya.

Menurutnya, komponen umur rata -rata harapan hidup saat lahir, diharapkan akan mencapai 66-67 tahun atau rata-rata 66, 85 tahun. Rata rata lama sekolahnya 7, 8 tahun dan harapan lama sekolah 13, 15 tahun. Satu komponen berikutnya adalah pengeluaran perkapita pertahun mencapai Rp 7.769.000.

Lebih lanjut dikatakannya, perkembangan IPM ini berdasarkan komponennya juga menunjukkan trend yang meningkat baik untuk harapan hidup , rata-rata lama sekolah maupun pengeluaran perkapita.

Untuk IPM sendiri katanya, meningkat 1,30% dibanding 2018. Masing-masing indikator yang menyusun IPM itu menunjukkan trend yang meningkat.

Dijelaskannya, peningkatan IPM di tingkat Provinsi juga tercermin pada level Kabupaten / Kota. Selama periode 2018 hingga 2019, seluruh Kabupaten / kota mengalami peningkatan IPM.

Pada periode ini, tercatat tiga Kabupaten dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat, yaitu Kabupaten Manggarai Timur mencapai 1,65% .
Kabupaten Sumba Tengah 1.56% dan Sabu Raijua 1, 56 %. Yang terendah pertumbuhannya ada di Kota Kupang 0, 9 % di karenakan Kota Kupang sudah tinggi, jadi untuk mencapai lebih tinggi lagi biasanya ada titik-titik dia akan tidak sekencang kalau dia masih rendah. Untuk Kabupaten Ende 0, 87 % dan Nagekeo 0, 81 %. ( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *