Dharma Wanita Persatuan NTT Siap Gelar Musprov ke 4 tahun 2020

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Dharma Wanita Persatuan (DWP) NTT mengagendakan kegiatan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke 4 yang dilaksanakan di Swiss Bell Hotel tanggal 28-29 Februari 2020. Musprov ini menindak lanjuti hasil Munas DWP ke 4 di Jakarta pada Desember 2019 lalu.

Pada Musprov ini nanti, ada beberapa agenda kegiatan yang siap dilakukan seperti seminar tentang peningkatan SDM DWP juga sidang paripurna-paripurna sebelum penetapan Ketua DWP NTT masa bakti 2020-2024.

Ketua DWP NTT masa bakti 2015-2019, Bertha Ladju-Salem menyampaikan hal ini dalam jumpa pers dengan wartawan di Kupang, Rabu (26/2/2020).

Bertha mengungkapkan, dalam rangka Musprov DWP NTT ke 4, pihaknya perlu menyampaikan beberapa hal sebelum hari pelaksanaannya.

DWP adalah wadah berhimpun para istri ASN karena suaminya adalah PNS. Musprov ini adalah musyawarah organisasi tertinggi. Sebelum musprov ke 4 ini dilaksanakan, kata Bertha, dirinya sudah mengikuti Musyawarah Nasional di Jakarta pada Desember 2019.

“Musprov ini sebagai tindak lanjut Munas ke 4 di Jakarta pada Desember 2019. Adapun tujuan dari Musprov ini adalah kami menyampaikan perubahan Anggaran Dasar DWP yang dihasilkan pada Munas ke 4 DWP Pusat di Jakarta. Kedua, DWP mempertanggungjawabkan kinerja, program kegiatan yang dilaksanakan pada masa bakti kepengurusannya,” jelas Bertha.

Selain itu tujuan lain, katanya, menyampaikan renstra yang dilalui melalui roadmap program kerja DWP 2020-2024 yang akan disusun DWP berikutnya. Kemudian menetapkan Ketua DWP NTT masa bakti 2020-2024 berdasarkan amanah AD yang telah ditetapkan.

“Kami juga akan menetapkan rekomendasi-rekomendasi yang mana dalam setiap Komisi menghasilkan rekomendasi yang merupakan ujung tombak yang harus dilaksanakan pengurus berikutnya,” jelas Bertha.

Diungkapkannya bahwa Musprov DWP NTT ini dihadiri oleh Dharma Wanita unsur pelaksana kabupaten/kota se NTT, juga unsur pelaksana lingkup badan, dinas di Pemerintahan Provinsi NTT.

“Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di Swiss Bell Hotel tanggal 28-29 Februari. Kegiatan diawali dengan seminar tentang peningkatan SDM DWP sebagaimana sesuai Munas yang kami ikuti di Jakarta,” ungkapnya.

Bertha menegaskan, (egiatan ini bukan dibuat-buat tapi tindaklanjut dari amanah dimana apa yang diputuskan dari atas turun ke bawah. Pengurus dibawah mengikuti untuk diimplementasikan.

Pada pelaksanaan Musprov DWP NTT nanti, jelas Bertha, akan dihadirkan beberapa nara sumber dari Pusat dan daerah pada seminar.

Adapun materi yang akan disampaikan lebih pada peningkatan SDM anggota DWP. Nara sumber dari Pusat, Ibu Yuli membawakan materi tentang “Optimalisasi kinerja DWP sebagai mitra strategis pemerintah untuk sukses pembangunan Nasional”.

Nara sumber Dr. Rita Rahmayuli tentang bagaimana penanganan stunting. Hal ini penting sehingga gizi dalam keluarga itu perlu diberikan pemahaman. Kepada ibu-ibu perlu memahami tentang gizi dan mereka bisa memberikan ke anak agar tidak stunting. Karena sebagaimana diketahui stunting sangat tinggi di NTT.

Menurut istri mantan Sekda NTT, Frans Salem ini, materi dari daerah seperti Gejala dan penanganan virus corona juga dibicarakan di seminar nanti.
Dharma Wanita mengambil topik ini karena sangat aktual.

Materi lain soal peran perempuan dalam pendidikan di era milenial oleh Dr. Meri Kolimon. Inipun agar kaum wanita mengikuti perkembangan yang ada sehingga SDM perempuan semakin meningkat.

Pada hari berikutnya dilaksanakan kegiatan paripurna-paripurna dari 1-4. Paripurna 1 agendanya tentang sidang pengesahan jadwal acara, tata tertib, pemilihan ketua sidang.

Paripurna 2 soal pemaparan AD DWP 2020 dimana didalamnya ada salah satu yang berubah yakni ketua DWP adalah istri dari Sekda NTT dan kabupaten/kota mengikuti.

“Pada masa bakti sebelumnya (2015-2019) yang jadi ketua mengikuti regulasi dimana dipilih pada paripurna. Sekarang langsung tapi dulu dipilih,” tandasnya.

Yang paling mendasar dalam AD adalah ketua DWP masa baktinya dimulai sesuai masa bakti suami menjadi ASN. Pengurus sesuai dengan yang selama ini berjalan yakni 5 tahun sesuai amanah musda ke musda.

Agenda selanjutnya, kata Bertha, pemaparan rencana strategis soal apa yang mau dibuat dengan rujukan sesuai program dari atas dengan menyesuaikan kondisi dan anggaran di daerah. Juga agenda pertanggungjawaban ketua DWP sebelumnya soal apa yang sudah dilakukan dalam masa kepemimpinan.

“Pada paripurna ke 3 ada pembagian komisi-komisi yang akan membahas rekomendasi soal wacana maupun rencana apa yang mau dikerjakan kedepan. Paripurna ke 4 soal penyampaian rumusan rekomendasi dan rumusan hasil Musprov ke 4, penetapan ketua berdasarkan AD/ART masa bakti 2020-2024,” tambah Bertha.

Diakuinya, selama ini ada juga prestasi seperti DWP NTT menyabet peringkat 4 pelaksanaan program Dharma Wanita Persatuan yang diterima pada Musda ke 3 tahun 2015.

Kemudian menerima penghargaan peringkat 1 nasional pelaksanaan GPTP Wanita tanam dan pelihara pohon yang diterima tahun 2012.

Dirinya berharap semua pihak turut mendukung suksesnya pelaksanaan Musprov DWP NTT sekaligus mendukung kepengurusan yang baru masa bakti 2020-2024 yang akan ditetapkan pada paripurna ke 4 DWP nanti.(ampera).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *