Peran Pers dalam Mendukung Visi NTT Bangkit NTT Sejahtera

Kupang. Nusa Flobamora – Mengutip berbagai literatur sejarah perkembangan Pers di Indonesia, Pers Indonesia dimulai sejak dibentuknya Kantor berita ANTARA yang didirikan pada tanggal 13 Desember 1937. Dunia pers memang telah berkembang jauh sebelum negara Indonesia diproklamasikan. Pers bahkan digunakan para pendiri bangsa sebagai alat perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan.

Dalam catatan perjalanan dan perkembangan Pers Indonesia, sejarah pers di Indonesia diketahui berada pada 6 periode atau zaman yakni mulai dari Zaman Belanda, Zaman Jepang, Zaman Kemerdekaan, Zaman Orde Lama, Zaman Orde Baru dan Zaman Refomasi.
Setelah melewati berbagai tantangan dari beberapa zaman, Reformasi merupakan masa pencerahan terhadap kebebasan pers setelah runtuhnya rezim Orde Baru (Orba) yang identik dengan Presiden Soeharto pada tahun 1998.
Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat BJ Habibie menggantikan Soeharto sebagai presiden. Banyak media massa yang muncul dan PWI bukan lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.
Kalangan pers kembali bernafas lega karena pemerintah mengeluarkan UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan UU no. 40 tahun 1999 tentang Pers.
Dalam UU Pers, disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara (pasal 4 ayat 1) dan terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran (pasal 4 ayat 2).
Hingga kini, kegiatan jurnalisme diatur dengan Undang-Undang Penyiaran dan Kode Etik Jurnalistik yang dikeluarkan oleh Dewan Pers, walaupun, banyak kegiatan jurnalisme yang melanggar kode etik pers sehingga masih menimbulkan kontroversi di (tengah) masyarakat.

Lalu muncul pertanyaan bagaimana dengan peran Pers khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT; zaman Reformasi memberi ruang bertumbuhnya berbagai media bagai jamur di musim hujan.

Banyak pihak menilai peran Pers di NTT sangat berarti bagi pembangunan. Dengan adanya Pers, keterbukaan informasi publik sangat besar dalam mendukung berbagai program pemerintah di bawah kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Drs. Josef A. Nae Soi, MM; dengan visi NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kupang, Abdul Syukur, SH, dan Akademisi Fisip Undana Kupang, Sri Chatun, S.S.,M.Si, menyampaikan pendapat terkait keberadaan Pers di Provinsi Kepuluan ini; ketika ditemui Nusa Flobamora secara terpisah di Kupang, Kamis (06/02/2020).
Keduanya dimintai pendapat terkait peran Pers dalam pembangunan berkenaan dengan Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 9 Februari 2020.
Menurut Syukur, kemitraan yang dibangun Pemerintah Provinsi NTT (Pemprov) NTT bersama Pers selama ini berjalan sangat baik. Keterbukaan informasi publik sangat besar.

Dalam hal pertanggungjawaban moral pelayanan publik pemerintah kepada masyarakat, kata Syukur, Pers juga sebagai agen kontrol sosial terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada kepentingan publik.
Penekanannya kepada kepentingan masyarakat kecil, Pers sangat mendukung kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Misalnya kebijakan menjadikan Provinsi NTT sebagai Provinsi Pariwisata, ini patut diancungi jempol.

“Harapan saya, Pers di NTT juga perlu menjaga independensinya di dalam mewartakan kebenaran. Jauhkan dari kepentingan sempit, jauhi dari sogok-menyogok untuk meloloskan pemberitaan dan lain sebagainya; yang justru merusak citra Pers itu sendiri,” ucap Syukur yang juga Politisi PPP NTT ini.

Akademisi FISIP Undana, Sri Chatun mengatakan, peran Pers dalam pembangunan NTT jelas sangat besar terutama barkaitan dengan penyebaran program Pemprov NTT serta isu-isu strategis lainnya.

Menurut dia, ada banyak program dan kebijakan serta kegiatan yang baik dan masih dalam perencanaan atau sedang dalam proses pengerjaan ataupun telah terlaksana diketahui dari media baik media massa, media online maupun siaran televisi.

“Karena itu wajib hukumnya bagi kita untuk bergandengan tangan dengan para awak media serta menghargai kerja keras awak media dalam menyuguhkan informasi kepada publik di Provinsi NTT,” ujar Sri Chatun.(*/ Advetorial/Kerjasama Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dengan Nusa.Flobamora.Com).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *