Kopdit Swasti Sari Kupang Rencana Ekspansi ke Jatim dan NTB

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Kehadiran Kopdit Swasti Sari Kupang saat ini terus tumbuh dan berkembang bukan saja di kabupaten se-NTT tapi merambah keluar NTT.

Setelah sukses membuka kantor cabang di Provinsi Bali tahun 2019 lalu, Kopdit Swasti Sari akan ekspansi ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2020 ini.

General Manager Kopdit Swasti Sari Kupang, Yohanes Sason Helan, A.Md menyampaikan ini disela-sela kegiatan Pra RAT ke- 31 Kopdit Swasti Sari Kupang di Timor Raya Hotel, Minggu (16/2).

Kegiatan Pra  RAT ini mengusung tema umum : “Membangun  Kemandirian Anggota Melalui Pelayanan KSP Kopdit Swasti Sari.

Sub Thema :  Memperkuat Ekonomi Rumah Tangga Melalui Usaha Produktif dan Sektor Rill Anggota.

Dijelaskan Yohanes, perkembangan Kopdit Swasti Sari Kupang dari tahun ke tahun menunjukan geliat semakin berkembang sangat cepat. Hal ini ditunjukan dengan pertambahan anggota semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apabila lembaga ini tidak baik atau tidak sehat tentu nasabah tidak akan bertambah.

Penambahan anggota itu, lanjutnya,  memang sangat terasa di cabang-cabang di tingkat kabupaten seperti di TTS, Malaka, Sumba terutama dari pelosok desa.

“Saat ini kami sudah buka cabang  di Bali dan direncanakan akan ekspansi ke Jawa Timur dan NTB tahun 2020 ini. khusus di Bali walaun baru tahun 2019 dibuka tapi animo sangat luar biasa dan positif karena saat ini total anggota sudah mencapai 2.000 anggota,” jelasnya.

Khusus di NTT, kata Yohanes,  sudah ada 22 cabang dan tinggal dua kabupaten yakni Sikka dan Alor menunggu launching di Mei atau Juni 2020.

Tingkat pertumbuhan keanggotaan saat ini, katanya,  sangat bagus dan mencapai 51 persen,  dimana dari 33.000 anggota naik menjadi 80.000 anggota. Ini menunjukan sangat baik dengan aset dari Rp 500 miliar menjadi Rp 800 miliar dan ini menunjukan animo kesadaran baik menyimpan maupun meminjam sangat tinggi.

“Uang yang mereka simpan di sini 80 persen kita kembalikan ke mereka dalam bentuk pinjaman untuk pemberdayaan ekonomi rumah tangga sesuai kebutuhan masing-masing,” tambah Yohanes yang sudah 25 tahun bersama Kopdit Swastisari.

Untuk meningkatkan aset, kata Yohanes, saat ini sudah dihadirkan Swastisarimart. Alasan mereka berani membuka Smart ini karena dari hasil kajian pasar jelas yakni pada anggota yang sudah mendekati 100.000. Jika anggota diarahkan untuk berbelanja di SwastisariMart tentu sangat bagus.

Menurutnya, ini lebih menguntungkan buat anggota ketimbang belanja di Mart-mart lain yang tidak punya keuntungan buat dirinya. Karena disana polanya kapitalis atau menguntungkan diri sendiri pada pemilik mart.

“Kalau di Swasti Sari Mart harga grosir, harga distributor lalu keuntungan dikembalikan ke anggota yang beli. Katakan setahun dia belanja dan pemasukan mencapai Rp 15 juta maka kita kembalikan Rp 7 juta dalam bentuk SHU ketimbang belanja di mart-mart tidak dapat apa-apa. Sama seperti di kopdit dia pinjam kembalikan dan akhir tahun dia dapat SHU,” jelas Yohanes.

Dirinya menegaskan bahwa kehadiran mereka di Kopdit semata-mata sebagai penjaga uang nasabah. Pihaknya  bukan pemilik tapi penjaga uang masyarakat.

“Makanya  saya selalu katakan ke karyawan jadikan diri sebagai penjaga yang jujur, profesional, tidak boleh mencuri uang orang. Karyawan kita sudah mencapai 300-an dan direncanakan di tahun 2020 akan merekrut 90-an maka sudah bisa mencapai 400 karyawan dan ini membantu pemda-pemda dalam mengurangi pengangguran,” ungkap Yohanes.(ampera).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *