Yohanis Uly Kale : Maju di Pilkada untuk Menang

Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 akan segera digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 9 kabupaten akan menghelat hajatan politik lima tahun sekali ini, salah satunya di Kabupaten Sabu Raijua.

Nama Yohanis Uly Kale, makin santer terdengar di warga NTT umumnya dan Sabu Raijua khususnya, karena dirinya telah menyatakan kesiapannya untuk maju pada pilkada nanti di kabupaten terselatan Indonesia ini.

Sosok yang tenang dan berwibawa ini, maju menjadi bakal calon wakil bupati mendampingi bakal calon bupati yang juga Petahana Kabupaten Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke. Keduanya bahkan telah mengantongi tiga partai pengusung yakni NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hanura dengan tagline : “Maballa Mahoro” .

Saat dijumpai disela-sela kegiatan Musda ke III Partai Hanura di Neo by Aston, Kamis ( 13/2/2020) dirinya sebagai orang muda mempunyai tekad dan motivasi untuk membangun tanah kelahirannya Sabu Raijua.

Pria berusia 39 tahun ini merasa siap untuk sama-sama mengikuti kompetisi pilkada Sabu Raijua dalam kondisi apapun.

“Sekali layar terkembang apapun terjadi penting balik ke pantai,” tegas Yohanis berapi-api.

Bersama calon petahana, kata Yohanis, dirinya akan memaksimalkan Sabu Raijua dengan ide -ide, motivasi yang kreatif dengan melihat potensi yang ada, dan menjadikan Sabu Raijua Kabupaten yang bermartabat.

” Saya dari LSM pemberdayaan masyarakat. Prinsip saya adalah kita bersedia untuk melayani masyarakat dan tahu bagaimana mengawal dari bawah, ketika sebuah usulan untuk mengakomodir aspirasi masyarakat,” katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, juga mengatakan bahwa masyarakat itu ada di kelompok. Kelompok ini sudah terbentuk, tinggal Pemimpin datang kepada mereka untuk merencanakan bersama-sama, duduk bersama-sama untuk saling berdiskusi apa-apa yang menjadi kebutuhan dari masyarakat.

“Di Sabu sekarang ini pembangunan sementara berjalan. Tinggal menggerakkan saja di lapangan. Sehingga bagi saya tidak ada masalah. Intinya maju bertarung di pilkada untuk menang,” ujarnya.

Bicara soal pariwisata di Sabu Raijua, Suami dari Meryanti Djami, SE ini mengatakan, sektor unggulan di Sabu saat ini adalah pariwisata. Ketika rakyat Sabu Raijua mempercayakan mereka nanti, maka potensi ini akan diperkenalkan kemana-mana. Dengan demikian banyak orang akan berbondong-bondong datang di Sabu Raijua.

“Kita akan jual potensi pariwisat, dan bicara soal pariwisata dimana-mana soal keunggulannya. Dengan sendirinya berarti kunjungan tamu dari luar akan datang dan secara tidak langsung terjadi peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Untuk Kesehatan, lanjutnya, dari Dinas Kesehatan sekarang ini lagi giat-giatnya untuk menangani masalah stunting. Menurut data yang di terimanya, untuk masalah stunting sudah turun sekian persen.

Langkah yang dilakukan kedepan, menurutnya, bagaimana meningkatkan peran ibu untuk mengatasi masalah stunting dengan cara perlu adanya edukasi. Perempuan harus diberi ruang sebanyak-banyaknya.

“Porsi peran mereka di perbesar. Di desa perempuan harus terlibat langsung dalam setiap bidang. Saya contohkan, dengan gerakan apotik hidup dan kebun gizi di lingkungan ataupun halaman rumah, gerakan ini yang akan kami buat,” jelas Yohanis.

Untuk sektor Kelautan, katanya, Sabu Raijua cukup luas, tinggal menggerakan nelayan untuk masuk laut menangkap ikan. Caranya adalah perbanyak alat tangkap ikan dan sosialisasikan dengan gerakan makan ikan untuk anak Sekolah Dasar. Dengan demikian masalah stunting bisa ditekan seminimal mungkin.

Ditanya soal strateginya dengan adanya beberapa kandidat yang akan maju di pilkada Sabu Raijua, bapak dari 3 Putra Putri ini, optimis akan menang. Hal ini karena termotivasi dari kemauan untuk terus turun ke tengah masyarakat. Apalagi dirinya bersama petahana, sehingga pilihan warga tentu pada figur yang sudah terbukti melakukan dan telah dirasakan masyarakat.

Yohanis berharap, kepada masyarakat Sabu Raijua, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pilkada Sabu Raijua di September 2020.

“Pilkada itu pesta rakyat, karena itu jangan saling sikut menyikut satu dengan yang lain. Memilih tanpa melakukan kampanye hitam yang merugikan kandidat lain,” pesan Yohanis.

Menurutnya, suara rakyat adalah suara Tuhan dan siapa yang Tuhan pilih dihati kita itu yang harus dipilih. ( ampera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *