Petahana Bupati Sabu Raijua Siap Bertarung Secara Sehat di Pilkada

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Petahana Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Nikodemus.N Rihi Heke, menyatakan kesiapannya untuk bertarung secara sehat di Pilkada nanti menjadi bakal calon bupati.

Motivasi maju kembali karena ingin membangun Kabupaten Sabu Raijua kedepannya lebih baik lagi bersama pasangan bakal calon Wakil Bupati,  Yohanes Uli Kale.

Nikodemus Rihi Heke kepada wartawan di Kupang, Rabu ( 12/02/2020) secara gamblang menuturkan maksud dan tujuan untuk maju di Pilkada 2020.

Dikatakannya bahwa motivasi maju, adalah bagaimana membangun Kabupaten Sabu Raijua kedepannya lebih baik lagi. Semua punya hak yang sama, hanya saja dibatasi oleh aturan. Karena dirinya merasa memenuhi aturan maka dirinya siap maju, untuk kembali memimpin Kabupaten Sabu Raijua 5 tahun kedepan.

Untuk Visi dirinya mengatakan, satu rencana tujuan yang jauh kedepan dan yang diinginkan adalah masyarakat Sabu Raijua itu bersatu untuk maju, juga mau  mengangkat harkat dan martabat  masyarakatnya. Visi ini nantinya akan diterjemahkan lewat misi lewat program dan kegiatan.

Dirinya menyebutkan, ada 3 pilar yaitu, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. 3 pilar ini nantinya akan dikembangkan. Dari potensi yang ada di Sabu Raijua seperti garam dan rumput laut.

“Orang bilang Sabu Raijua itu panas, dan ini bencana, tapi saya pikir di Sabu ini potensi untuk garam dan rumput laut. Karena garam butuh panas dan juga butuh angin dan itu sangat memungkin sekali,’  katanya.

Sabu Raijua juga berada di tengah -tengah 2 samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik,  dari pertemuan 2 samudra  inilah arus besar yang menghasilkan biota laut yang sangat potensial.

“Semua hasil laut yang baik semua ada disana, ini yang akan kami kembangkan,” jelas Rihi Heke.

Ditanya soal pariwisata dan potensi budaya yang ada di Sabu Raijua, Bupati yang di dukung 2 partai besar ini Nasdem dan PKB menjelaskan, potensi di Sabu Raijua itu sangat banyak, baik itu alam maupun buatan misalnya budaya , atraksi dan lainnya.

“Sabu Raijua tidak kalah dengan Bali yang kita plesetkan banyak liburnya dan banyak upacara adat, Sabu juga ada cuma upacara adat cuma tidak terganggu,”  ujarnya.

Untuk Pariwisata perlu dikembangkan untuk menopang potensi-potensi yang lain. Bicara tentang pariwisata, berarti  bicara banyak orang dan banyak orang datang, kemudian apa yang harus dibuat, ini harus dipikirkan.

Investasi dari investor harus masuk ke Sabu
Untuk itu harus disiapkan kondisi yang kondusif. Dirinya mengingatkan, kondusifnya  situasi untuk Sabu tidak ada lain kecuali warga setempat yang menciptakan, baik warga di Sabu maupun warga Sabu yang ada diluar.

Beberapa waktu lalu, katanya,  Sabu Raijua mengadakan festival jelajah pesona Kelabba Maja. Ini menjadi icon yang pertama, karena kalabba maja ini di nobatkan sebagai surga tersembunyi terpopuler dan meraih juara 1 dalam anugerah pesona indonesia( API) tahun 2018.

Dengan adanya festival ini terutama masyarakat Sabu, mulai berpikir, banyak orang datang berarti berarti banyak orang minta makan, dan harus dilayani dengan baik sehingga orang yang datang mau tidur untuk menikmati hari esok.

” Saya minta kepada semua masyarakat setiap rumah itu untuk siapkan kamar 1 rumah satu kamar, karena banyak wisatawan itu datang untuk menikmati suasana alam. Nah rumah kita itu rumah yang masih polos, untuk menerimah orang luar terutama wisata manca negara” jelasnya.( ampera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *