BPS NTT Terapkan Data NTP Melalui Diagram Timbang

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mulai 2020 ini, mulai menerapkan rilis  data Nilai Tukar Petani (NTP) melalui  diagram timbang.

Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus menyampaikan ini pada acara  Sosialisasi Pemutahiran Diagram Timbang Indeks Harga Tahun Dasar 2018, Kamis (30/01/2020).

Menurut Darwis, metodologi penghitungan NTP  2020 ini, karena terjadi  perubahan pola produksi, biaya produksi, dan konsumsi rumah tangga pertanian.
Beberapa wilayah yang mengalami perubahan dari 19 Kabupaten tahun 2012 menjadi 21 Kabupaten pada tahun 2018.

Dijelaskan Darwis, pada saat ini terjadi peningkatan jumlah rumah tangga sampel. Tahun 2012 terdapat 1.626 Rumah Tangga meningkat menjadi 6.976 Rumah Tangga di  2018. Begitu pula pada  metode Samplingpun mengalami perubahan  dari Purposive Sampling menjadi Probability Sampling.

Ditambahkannya, perubahan juga terjadi pada Komponen Konsumsi Rumah Tangga. Pada tahun 2012 tidak memasukan jasa keuangan, tapi tahun 2018 jasa keuangan dimasukan. Bobot subsektor pertanian untuk penghitungan NTP,  tanaman pangan sebesar 53,35 persen, taman hortikultura 5,01 persen; perkebunan rakyat 23,98 persen, peternakan 11,52 persen dan perikanan 3,13 persen.

“Sesuai penghitungan konsumsi rumah tangga Tahun Dasar 2018, ada 11 variabel yang termasuk dalam kelompok pengeluaran petani mulai dari makanan, minuman, dan tembakau, hingga perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ujar Darwis.

Untuk komposisi konsumsi rumah tangga pertanian, BPS menggunakan indikator yang sama dengan data inflasi, yakni Classification Of Individual Consumption According to Purpose (COICOP) Tahun Dasar 2018.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *