IKASSA Dibentuk Bukan Sekedar Hura-Hura

 

KUPANG.NUSA FLOBAMORA- Ikatan Alumni SD dan SMP Angkasa( IKASSA) Penfui-Kupang, dibentuk bukan sekedar hura hura, datang berkumpul lalu bubar.

IKASSA dibentuk harus memberi dampak positif bagi anggota dan rumpun keluarga. Saling berkolaborasi untuk bersama-sama membangun satu kekuatan untuk saling membantu dalam kesusahan apapun.

Ketua IKASSA, Dian Agus Yudianto menyampaikan hal ini  pada Acara Natal dan Tahun Baru 2020 bersama Alumni dan mantan ibu dan Bapak Guru SD dan SMP Angkasa serta Pengukuhan Pengurus IKASSA Periode 2020-2022 di Hotel Romyta , Sabtu (18 /1/2020).

Dijelaskannya, pembentukkan  IKASSA, berawal dari berkumpulnya beberapa teman alumni yang difasilitasi olen mantan guru, Bapak Bronto Asmoro.

Pertemuan awal dengan tema “Temu kangen ” alumni dengan beberapa mantan guru berlangsung tanggal 30 November 2019 di kolam renang Baumata.

Berkat rembukkan teman-teman Alumni , kata Dian, maka terbentuklah pengurus IKASSA dan dirinya dipercayakan sebagai ketua. Kemudian dibicarakan soal agenda kegiatan lanjutan maka disepakati
diadakan  Natal dan Tahun Baru bersama serta pengukuhan pengurus IKASSA ( 2020-2022).

“Untuk bisa berkoordinasi secara intens dengan teman-teman Alumni, maka terbentuk Grub IKASSA lewat media sosial Whatshapp,” katanya.

Dian menyadari, pengurus IKASSA masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi dan masih banyak rencana-rencana yang masih jauh dari harapan teman-teman Alumni semua.

Oleh karenanya, kata Dian,  dibawah kepemimpinannya serta pengurus lainnya terus akan berbenar diri dan tidak menutup kemungkinan menerimah masukkan , ide-ide kreatif yang positiv dari teman-teman alumni.

“Awalnya IKASSA ini hanya Ajang silahturahmi, tetapi beberapa teman memberikan dorongan untuk saya sampaikan di forum bermartabat ini. Mau di bawa kemana IKASSA ini, apa hanya sekedar temu kangen lalu hura-hura dan selesai. Setidaknya diantara kita mungkin yang sudah mapan soal ekonominya bisa membantu teman-teman kita yang belum mapan,” ujar Dian.

Dian kemudian mengilustrasikan soal makna kebersamaan. Dirinya menyebut,  ada kata bijak yang pernah dibacanya  bahwa, “kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan, jika lahir dari keluarga kurang berada, jelas itu bukan salah kita, jika meninggal dalam kekurangan itu adalah jelas salah kita”.

Soal keanggotaan, kata Dian, anggota IKASSA yang sudah teriventarisir sebanyak 130an orang. Tentunya masing-masing dengan keunikannya, talentanya dan ketrampilannya.

“Pengurus berpikir, kalau bisa berkolaborasi untuk bersama-sama membangun satu kekuatan untuk saling membantu. Karena disadari tidak ada kekuatan tanpa bantuan orang lain,” ungkap Dian.

Dirinya  berharap, IKASSA ini bukan hanya sekedar ajang silahturahmi, tetapi ada sesuatu yang akan dibuat oleh pengurus. Apabila  ada anggota yang bersedia lahan serta fasilitas yang ada untuk digunakan  pengurus IKASSA, bekerja bersama -sama mengelola berbagai macam sektor.

“Saya mau kita melakukan perubahan dan ingin meningkatkan taraf hidup dari teman-teman. Sasaran yang kita lakukan adalah menginventarisir teman-temab yang punya ide kreatif dan kita akan buat perencanaan. Paling tidak tahun ini kita sudah memulai dengàn membentuk kelompok dan bisa berjalan dengan baik,” tandas Dian.

Dirinya mengakhiri sambutannya dengan satu kata bijak yang mengatakan, bahwa “Satu pencapaian yang besar itu selalu dimulai dengan satu langkah kecil.”( ampera).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *