Ribuan Umat Kristiani di NTT, Siap Merayakan Natal Oikumene 

KUPANG.NUSA FLOBAMORA—Sebanyak ribuan umat Kristiani baik Katolik maupun Kristen Protestan di Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan terlibat mengikuti perayaan Natal Oikumene di Kupang.

Natal Oikumene yang mengambil tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” ini akan diselenggarakan tanggal 3 Januari 2020 akan dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat juga Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr dan Ketua GMIT, Dr. Meri Kolimon.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Perayaan Natal Oikumene Pemerintah Provinsi NTT,  Keuskupan Agung Kupang dan Gereja Masehi Injili Timor (GMIT),  RD Andreas Sika, dalam jumpa Pers di Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui, Senin (30/12/2019). Turut mendampingi, Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Marius Jelamu dan Wakil Ketua Panitia, Pdt. Johni Riwu Tadu, S Th, M. Sn.

Menurut RD Andreas Sika, pada perayaan Natal Oikumene ini nanti, kehadiran  Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat, Uskup Agung Kupang serta  Ketua GMIT diterima secara adat Timor.

Dikatakannya, Natal bersama dirayakan oleh semua orang Kristen dalam Gereja, Persekutuan apa saja, yang percaya Yesus Kristus pasti merayakan hari kelahiran junjunganNYA.

Lebih lanjut dikatakan RD Andreas, pengambilan tema “Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang” sangat tepat yang merupakan rumusan bersama Persatuan Gereja  Indonesia (PGI)  dan Konferensi  Wali Gereja Indonesia  (KWI) untuk digunakan pada  perayaan Natal Oikumene Tahun 2019 ini.

“Tema ini mau mengundang semua orang untuk tidak melihat perbedaan, tetapi melihat inti sari untuk mengundang kita bersaudara, Provinsi NTT, Keuskupan Agung Kupang dan GMIT bersama-sama untuk merayakan,” ujar RD Andreas.

RD Andreas mengharapkan, dari tahun ke tahun perayaan ini dijadikan sebagai ajang persaudaraan memuji Allah, Meluhurkan Yesus Kristus.

“Umat Katolik dengan berdoa dan membakar lilin di Patung Bunda Maria dan Tuhan Yesus, sedangkan Umat Kristen dengan menyanyikan puji-pujian dalam vokal grup dan Solo dalam kebaktiannya. Ini adalah cara bagaimana untuk saling menghormati, menghargai dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita sedang mengabdi kepada Tuhan Allah,”  jelasnya.

Kedepannya, kata RD Andreas,  bukan perayaan yang dibuat,  tetapi syukuran dalam kemasyarakatan sosial. Semua orang yang merayakan Hari Ulang Tahun Yesus Kristus  hendaknya melakukan sesuatu yang berguna untuk dunia yang dicintai.  Menciptakan suatu situasi dimana kehidupan Oikumene menjadi sumbangan suka cita dalam kebersamaan sebagai saudara dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan Natal Oikumene ini nantinya Ibadat  akan dipimpin Romo Simon Tamelak, Pr dan Pdt Jhon Riwu  Tadu. Kotbah akan disampaikan oleh Pdt Dr. Mery L.Y Kolimon. Suara Gembala oleh  Mgr. Petrus Turang, Pr. Pesan Natal disampaikan Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat.

Akhir dari acara ini akan dilakukan  penanàman Pohon kehidupan oleh Keuskupan Agung Kupang, GMIT, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Panitia, Pdt Jhon, Riwu Tadu, menyampaikan harapannya untuk tema yang ada, bisa meningkatkan persaudaraan, persahabatan, toleransi di NTT ini.

Dirinya meminta hal ini perlu digaungkan pada perayaan Natal ini sehingga punya dimensi yang akan ditingkatkan kualitasnya dalam tindakan yang konkrit terutama di dua gereja besar ini (ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *