BNN Provinsi NTT Sukses Dampingi 51 Kelurahan/Desa di Kota Kupang untuk “Bersinar”

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT sukses mendampingi 51 kelurahan/desa di Kota Kupang dalam upaya peredaran narkoba.

Berkat penguatan, sosialisasi dan asistensi yang terus menerus dilakukan bersama aparat di tingkat kelurahan/desa, maka kini 51 kelurahan/desa di Kota Kupang termasuk bersih narkoba (Bersinar).

Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Timur, Brigjend Pol Teguh Imam Wahyudi, SH. MM menyampaikan hal ini dalam Jumpa Pers, di Aula BNN NTT, Kamis (18/12/2019).

Dijelaskan Teguh, selain 51 kelurahan/desa di Kota Kupang yang masuk kelompok Bersinar, di Kabupaten Rote Ndao ada 3 desa Bersinar,  yaitu, Desa Oenitas, Desa Oenggaut, Desa Oelolot.

Untuk Kabupaten Kupang,  masuk kelompok Bersinar yakni, Desa Mata Air, Desa Tanah Merah, dan Desa Noelbaki. Di Kabupaten Belu yaitu Desa Tulakadi, Desa Silawan, Desa Naekasa dan Desa Sadi.

Dirinya mengungkapkan, dari hasil kinerja BNN Provinsi NTT selama tahun 2019, untuk Bidang Pemberantasan, ada 10 laporan kasus narkoba (LKN) dari target 8 LKN dengan jumlah tersangka sebanyak 14 orang.

Sedangkan untuk bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat( P2M), kegiatan deteksi dini melalui tes urine selama Tahun 2019 mencapai 9.601 orang dimana positive 9 orang ( BZO).

“Masyarakat yang terpapar informasi P4GN sebanyak, 1.080.915 orang, ini dari usia penduduk antara 10-59 Tahun. Di NTT jumlahnya mencapai, 3.603. 52 orang,” jelas Teguh.

Ditambahkannya, untuk asistensi pembangunan berwawasan anti narkoba, dalam tahun 2019 elah di lakukan di 104 Instansi pemerintah dan 45 instansi swasta. Jumlah penggiat yang telah BNN bentuk selama 2019 sebanyak 755 orang. Sedangkan untuk relawan yang sudah direkrut sebanyak 1.240 orang.

“Untuk pelayanan Rehabilitasi, pada instansi pemerintah (IP) sebanyak, 75 orang dan dilakukan di Klinik Pratama BNNP dan BNN Kabupaten/Kota.
Sedangkan untuk layanan rehabilitasi komponen masyarakat sudah 10 orang dan dilakukan di Yayasan Mensalimbata berada di Kabupaten Lembata,” ungkap Teguh.

Menurut Teguh. untuk layanan pasca rehabilitasi ini BNN Provinsi NTT sudah melakukan sebanyak 60 orang yaitu di BNNP sendiri. Sedangkan diwilayah NTT sudah ada 25 institusi penerimah wajib lapor (IPWL).

“Ini sudah ditetapakan dengan peraturan Menteri Kesehatan Nomor: HK.07/Menkes/701/2018 TAP IPWL dan telah mendapt penguatan dari BNNP NTT 10 IPWL dari 25 IPWL yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan tersebut. 10 IPWL telah mendapat penguatan dari BNNP,” pungkas Teguh.

Turut hadir mendampingi Kepala BNN Provinsi NTT, Kabid P2M Hendrik. J Rohi, PLt Kabid Pemberantasan, AKP Yuliana Beribe, Kasie Pemberdayaan Masyarakat bidang P2M, Lia Novika Ulya.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *