Adrian Manafe Ajak Warga NTT Dukung Program Pemerintahan Gubernur NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Dalam rangka HUT NTT ke 61 ini, Anggota DPRD NTT Partai Hanura, Adrian Manafe, menilai sudah banyak kemajuan yang dilakukan pemerintah.

Untuk itu diharapkan dengan momen HUT NTT yang puncaknya dilaksanakan di Sumba, memacu semangat pemerintah dan warga NTT untuk saling mendukung, mengawasi dalam rangka menggapai cita-cita NTT Bangkit NTT Sejahtera.

Adrian Manafe kepada Wartawan di Gedung DPRD NTT, Senin (16/12/2019) mengatakan, pelaksanaan HUT NTT tahun 2019 ini dilaksanakan di Sumba. Pada momen ini tentu menjadi harapan dirinya selaku anggota Dewan, agar pembangunan di NTT dibawa kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, semakin ditingkatkan terutama infrastruktur.

Dikatakannya, dana yang diluncurkan dari pemerintah pusat cukup besar sehingga diharapkan dapat dibagikan secara merata ke semua kabupaten/kota.

“Dana yang ada tidak terfokus di satu daerah saja karena NTT ini luas. Harapan saya dalam momen HUT NTT ini, memacu kita untuk percepatan pembangunan dan mimpi besar  gubernur untuk memajukan NTT dilaksanakan dengan baik melalui dana yang ada,” kata Adrian.

Dirinya juga menyampaikan keprihatinan soal jalan provinsi dari Oesao ke Oekabiti di Kabupaten Kupang. Dimana warga merindukan untuk diaspal sejak masa pemerintahan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

“Selama ini pasokan kebutuhan pertanian, perkebunan dan peternakan untuk warga di Kota Kupang datangnya dari Amarasi. Makanya pada pertemuan dengan mitra kerja khususnya PUPR saya sampaikan ke kepala dinas agar mendorong kontraktor lokal mengerjakan proyek jalan ini.
Ada satu titik yang sudah 17 tahunan rusak tapi belum diperbaiki,” ujar Adrian.

Adrian yang merupakan anggota Dewan dari Dapil Kabupaten Kupang ini berharap pada HUT NTT ke 61 ini wargapun ikut mendukung pemerintahan gubernur NTT yang solid untuk percepatan pembangunan menuju NTT Bangkit NTT Sejahtera.

“Masyarakat diharapkan juga berpartisipasi ikut mengawasi setiap proyek apapun yang dikerjakan agar tidak ada satu kontraktor kerja semua proyek. Kita awasi bersama bukan saja pemerintah dan dewan tapi semua elemen termasuk kalangan media massa,” tegas Adrian.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *