Mentan RI Janji Berikan Perhatian Khusus Buat NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Menteri Pertanian (Mentan), Dr. H Sharul Yasin Limpo, S.H, M.Si, MH, menegaskan, dalam tiga tahun kedepan, fokus perhatian  diarahkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama enam provinsi lain di Indonesia sebagai provinsi contoh.

Perhatian terutama pengembangan sektor  pertanian terutama kelor juga tanaman holtikultura dan peternakan terutama pengembangan sapi. Dengan dana yang ada pada Kementrian Pertanian sebesar Rp 50 triliun, tentu akan dioptimalkan sebaik mungkin dalam membantu NTT.

Mentan Sharul menyampaikan hal ini di sela-sela kegiatan pengiriman sapi dari NTT melalui Pelabuhan Tenau, Kupang, Sabtu (14/12/2019).

Sharul yang merupakan kader Partai NasDem ini mengatakan, sesungguhnya julukan NTT kering, lahan yang kurang produktif tidak perlu terjadi. Hal ini kalau ada kemauan bersama antara pemerintah dan warga, bekerja keras untuk mengoptimalkannya.

Dijelaskan Sharul, di Kementan ada dana yang diberikan untuk dikelola sebesar Rp 50 triliun dan apabila digunakan bisa menggunakan pola KUR bagi petani. Hal ini karena bunganya dapat terjangkau dari sebelumnya 11 persen kini turun menjadi 6 persen.

“Saya sangat optimis dengan jiwa kerja keras oleh Gubernur NTT bersama warga, maka dalam tempo tiga tahun kedepan wajah NTT akan berubah. Kekurangan yang ada di NTT dalam upaya memajukan potensi pertanian dan peternakan, silahkan dibuatkan perencanaan dan disampaikan ke saya melalui Dirjen-dirjen,” kata Sharul.

Sharul yang sukses memimpin Provinsi Sulawesi Selatan dua periode ini menegaskan, kerja kedepan berskala besar bukan kecil-kecil. Konsep yang ditawarkan Gubernur NTT soal pengembangan kelor tentu diperhatikan. Selain itu, pola pengembangan ternak sapi akan dibantu.

“Kalau pak gubernur inginkan pengembangan di Sumba Timur, ayo kita kerja. Atau ditempat yang dianggap cocok, kita siap bantu. Silahkan dibuatkan perencanaan. Pola pengembangan dari hulu ke hilir akan kita lakukan bersama,” ujar Sharul.

Dalam sektor peternakan terutama sapi, Sharul berkeinginan agar NTT menjadi daerah pemasok sapi nasional. Selain itu, pihaknya juga turut membantu NTT dalam hal pengembangan ayam kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang nantinya dibawa kendali Pusat Litbang Peternakan yang akan dilaksanakan oleh BPTP NTT bekerjasama dengan Perguruan Tinggi.

Sementara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih kepada Mentan bersama para Dirjen yang begitu memperhatikan NTT.

Dirinya mengakui bidang pertanian di NTT masih mengandalkan curah hujan. Dengan musim hujan yang sedikit, langkah yang dilakukan paling pas adalah pengembangan kelor.

“Kelor itu ditanam sekali dalam tiga bulan bisa dipanen. Apalagi daya tahan tumbuhnya sampai 60 tahun. Kalau ini dikembangkan dengan baik maka NTT jadi daerah produksi kelor terbaik di dunia setelah Philipina. Bahkan dalam expo di Paris kita sudah pamerkan dan tingkat permintaan cukup tinggi, ini peluang pasar kita,” beber Viktor.

Dirinya juga menyampaikan bahwa NTT dulunya tidak mengenal Surabaya, Jakarta maupun Makasar dalam hal penjualan sapi. Pasaran ternak sapi dari NTT dijual ke Hongkong untuk memenuhi kebutuhan daging di negara tersebut.

“Tapi sekarang produksi sapi dalam setahun cuma bisa menghasilkan 1 juta ekor dan dikirim keluar dari NTT sekitar 60.000 jadi sangat menurun. Kita mau supaya kedepan sapi di NTT berkembang maju kembali. Saya senang karena perhatian pak menteri begitu luar biasa buat NTT,” ujar Viktor.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *