Ribuan Petani-Peternak di Kabupaten Kupang, Hadiri Acara Panen Pedet Terintegrasi di Oesao

OESAO.NUSA FLOBAMORA–Sekitar ribuan petani-peternak di Kabupaten Kupang berdatangan ke Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur. Kehadiran para petani-peternak ini dalam rangka acara panen pedet terintegrasi termasuk penanaman kelor dan pakan ternak dalam mendukung NTT sebagai lumbung ternak Nasional.

Bupati Kupang, Korinus Masneno dalam sekapur sirih dihadapan para undangan di Oesao, Jumat (13/12/2019) berterima kasih kepada para Dirjen Kementan yang hadir lengkap di Kabupaten Kupang. Atas nama pemerintah dan warga Kabupaten Kupang, dirinya menilai sebagai berkat yang luar biasa.

Kehadiran para Dirjen dan pejabat dari provinsi tentu memberi dampak positif bagi pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Kupang semakin berkembang maju.

Bupati Korinus juga pada kesempatan ini menggambarkan soal data kependudukan dan luas areal pertanian. Dirinya menyebutkan bahwa total
jumlah penduduk Kabupaten Kupang saat ini sekitar 380.000 jiwa.

Dari jumlah ini sekitar 1.900 jiwa bermata pencaharian di bidang pertanian.  Luas lahan pertanian mencapai 141.000 hektar dan dinilainya sebagai potensi yang perlu digarap untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sejalan dengan program pemerintah pusat, lanjut Korinus, pihaknya saat ini memiliki program Revolusi 5P yang meliputi bidang Pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan pariwisata. Terhadap program ini terutama sektor pertanian, tentu pemda dan warga Kabupaten Kupang sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah NTT dan pemerintah pusat.

Menteri Pertanian (Mentan), Dr. H Sharul Yasin Limpo, S.H, M.Si, MH dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI,  Dr. I Ketut Diarmita, meminta pemerintah dan warga di NTT terus bekerja keras dalam mendukung sektor pertanian.

Dikatakannya bahwa pemerintah Pusat tidak akan tinggal diam dalam upaya mendukung pengembangan sektor pertanian.

Khusus di NTT, katanya, akan terus didorong agar daerah ini menjadi   lumbung ternak sapi nasional karena sudah terbukti selama ini NTT merupakan daerah yang mengirim sapi ke Jakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa dan di Kalimantan.

Dari data yang terpaparkan, populasi sapi di NTT dalam tahun 2019 mencapai 1.087.615 ekor. Kinerja Upsus Siwab NTT 2019 untuk IB  : 9.053 akseptor atau 75,4 persen dari target 12.000 akseptor. Bunting mencapai  8.218 akseptor atau 97,8 persen dari terget 8.400 akseptor dan lahir  9.137 ekor atau 135,9 persen  dari target 6.720 ekor.

“Mari kita terus tingkatkan mutu genetik melalui IB. Program SIWAB yang sudah berjalan perlu ditingkatkan lagi kedepannya,” harap Ketut.

Sekda NTT, Ir. Ben Polomaing, atas nama pemerintah dan masyarakat NTT menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Kementrian Pertanian yang datang secara lengkap.

Menteri Dr. H Sharul Yasin Limpo, S.H, M.Si, MH bersama jajaran Dirjen hadir secara lengkap ini merupakan kunjungan perdana ke NTT di masa Kabinet Presiden Jokowi.

“NTT selama ini dilihat memiliki lahan kritis, kemarau panjang, lahan tidak subur. Tapi ini harus dilihat sebagai potensi yang harus dikembangkan. Pak gubernur NTT selalu mendorong warga untuk terus bekerja dan bekerja menuju NTT maju dan Mandiri bukan saja pada sektor pertanian dan peternakan saja, tetapi semua bidang,” ujar Benediktus.

Hadir pada acara ini  Dirjen Perkebunan, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, Kepala Badan Karantina Pertanian, Dr. Ir. Ali Jamil, Kepala Badan Litbang Kementan, Dr. Ir. Fajri Jufri, Bupati Kupang, Korinus Masneno, Kepala BPTP NTT, Kepala BBPP Kupang, para kelompok tani, para penyuluh, pendamping dan tokoh masyarakat.

Kehadiran rombongan para Dirjen di lokasi kegiatan disambut pasukan berkuda dan diterima Bupati Kupang juga para tokoh adat. Walaupun di lokasi terjadi hujan lebat tetapi tidak menyurutkan langkah para undangan.

Pada saat inipun dilakukan kegiatan demonstrasi penyuntikan IB juga peninjauan stan pameran dari BPTP NTT, BBPP Kupang juga penanaman anakan kelor dan anakan terambah secara simbolis oleh para dirjen dan pejabat provinsi dan kabupaten yang hadir.(*/ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *