Berkat Tangan Dingin GM KSP Serviam, Aset Tahun Buku 2019 Mendekati Target

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Manajemen KSP Serviam pada setiap tahun selalu memberikan target pencapaian aset. Pada tahun buku 2019 ini, aset yang ditargetkan Rp 265 miliar, pada posisi Nopember 2019 sudah mencapai Rp 260 miliar dan diakhir Desember diharapkan mendekati target atau sekitar 90-an persen lebih.

General Manager KSP CU Serviam,  Benediktus Seran menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Rabu (11/12/2019).

Benediktus menyampaikan rasa optimis dalam upaya mengejar aset KSP. Dimana saat ini sudah mendekati target. Hal ini karena kerja bersama dalam tim dan partisipasi anggota yang luar biasa.

‘Aset dari target Rp 265 miliar, saat ini Rp 260 miliar. Mudah-mudahan hingga akhir Desember bisa terpenuhi. Soal anggota memang dari target 38.000 sekarang 37.000. Memang ada juga yang keluar karena alasan teknis seperti pindah tugas dan ada juga yang meninggal dunia. Untuk 2019 saja sekitar 150 orang anggota meninggal dunia,” jelasnya.

Soal Profit, dirinya mengatakan melampaui target, dimana terjadi peningkatan profit sebesar 2, 6 persen dari 2, 4 persen. Ini lebih bagus karena strategi pendampingan yang intens dilakukan pengurus KSP.

“Rencana kita pada tahun 2020 lebih pada meningkatkan anggota pada sektor pendampingan. Anggota kita tingkatkan kualitasnya. Selain itu ada rencana pembukaan 30 kantor cabang pembantu karena selama ini cuma kantor cabang,” katanya.

Upaya ini dimaksudkan untuk pendekatan pelayanan dan pendampingan tidak membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, katanya, peningkatan produktifitas para anggota yang rata-rata bekerja di bidang pertanian, pihaknya bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian seperti Panah Merah, dll.

“Anggota kita rata-rata petani sehingga kita dampingi dengan pola pertanian modern tidak lagi tradisional. Inipun tergantung kesiapan anggota juga. Tidak bisa memaksa dan sekarang sudah dilakukan ujicoba di Boking, Amanatun Selatan, TTS,” ujar Beni.

Soal dihadirkannya mesin ATM, dia mengatakan, wacana itu pernah disampaikan pada RAT tetapi belum disetujui. Karena rata-rata anggota ada di wilayah pinggiran sehingga itu belum bisa terlaksana dalam waktu dekat tapi pada tahun-tahun mendatang.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *