Enam Atlit Tinju Pra PON Asal NTT Siap Bertarung di Bogor

 

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Sebanyak enam atlit Tinju Pra PON asal NTT siap bertarung di Bogor, Jawa Barat.

Atlit tinju NTT yang dilepas mengikuti Pra PON Ke-2 di Bogor- Jawa Barat, tanggal 13- 21 Desember 2019 yakni, Susanti Rambu Kaleka, petinju perempuan untuk Kelas 57 kilogram, Mario Kali petinju laki-laki untuk kelas, 49 kilogram, Jefri Hitarihun untuk kelas, 52 kg, Johanes Lesi di Kelas 60 kilogram, Libertus Ga di Kelas, 64 kilogram, dan Charles Tungga di Kelas, 69 kilogram.

Ketua Pertina Nusa Tenggara Timur, Samuel Haning, MH, bertempat di Resto Celebes, Rabu (11/12/2019) saat melepas enam atlit tinju NTT ini
menegaskan, para atlit yang berlaga di Bogor nanti merupakan duta tinju NTT.

Dirinya berharap dukungan penuh dengan doa dari
seluruh masyarakat NTT agar para atlit dapat meraih hasil yang gemilang. Keberangkatan para atlit ini tentu ingin memberikan yang terbaik bagi daerah ini.

Samuel berpesan kepada para atlit untuk tidak berambisi mencari emas, perak ataupun perunggu. Pada ajang Pra PON ini diharapkan ada semangat dan kerja keras bersama, agar bisa lolos ke PON yang akan diselenggarakan di Papua tahun 2020 mendatang.

“Kalian harus bisa membuktikan bahwa kita bisa dan tunjukan prestasi terbaik untuk NTT dalam memajukan olahraga tinju di Indonesia,” pesan Samuel yang juga pengacara ini.

Sekertaris Pertina NTT, David Selan pada kesempatan ini menilai bahwa NTT selama ini banyak mencetak atlit tinju berprestasi.

Perhatian pemerintah dan instansi lain terhadap prestasi atlit tinju juga sangat luar biasa. Dirinya mencontohkan di Belu, ada enam orang yang lolos sebagai anggota TNI-AD.

“Kita berterima kasih kepada Korps TNI AD yang punya kepedulian pada atlit tinju yang karena prestasi, mereka bisa lolos jadi anggota TNI AD. Ini luar biasa dan kita berharap korps lain seperti Polri, TNI AL, TNI AU untuk bisa melihat potensi anak-anak ini,” katanya.

Selain itu, kata David, perhatian Pemda NTT juga luar biasa dalam hal pemberian reward bagi atlit berprestasi. Dirinya menyebut seperti pemberian rumah atau bagi peraih medali dan bonus berupa uang bagi peraih medali sesuai kategori medali yang diperoleh.

“Ini reward jangan hanya berhenti disini tapi terus dalam upaya memotivasi para atlit lain untuk berjuang dan berprestasi,” katanya.

David Selan juga mengharapkan kepada pemda untuk bisa memperhatikan nasib para pelatih yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk melatih atlitnya sehingga bisa berprestasi membawa nama NTT.

“Jadi harapan saya selaku Sekertaris Pertina NTT, kalau bisa pemda bisa berikan perhatian yang lebih baik lagi soal fasilitas arena tinju. Sudah ada arena tapi fasilitas belum representatif. Memang ada rencana dibangun gedung dua lantai. Harapan saya bisa terealisasikan sehingga atlit bisa terkonsentrasi melakukan latihan dengan aman dan nyaman,” kata David.

Hadir dalam acara pelepasan atlit tinju tersebut, Wakil Ketua I Pertina NTT, Yusup Naragale, Wasit Internasional, Elisabeth Haning-Waluwanja, Wasit nasional, Yakob Haning, dan sejumlah Pelatih Sasana, antara lain, Oni Selan, Max Oil, Beatus Neolaka, Ardy Daurius, Ary Nalle, Yonand D. Dao Riwu, dan Hermensen Ballo.(ER).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *