Ketua KPU NTT Salut Partisipasi Warga NTT di Pemilu 2019 Meningkat Dibanding Pemilu 2014

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Ketua KPU NTT, Thomas Dohu mengapresiasi terhadap partisipasi warga NTT pada Pemilu serentak 2019 ini.

Tingkat partisipasi warga meningkat cukup besar jika dibandingkan dengan Pemilu 2014. Pada pemilu 2019, angka partisipasi warga meningkat 80 persen dibanding Pemilu 2014 yang hanya 77 persen. Pada Pemilu 2019 dari pemilih yang terdaftar 3.391.616 orang, yang berpartisipasi mencapai 2,7 juta pemilih menggunakan hak pilihnya.

Thomas Dohu menyampaikan hal ini pada kegiatan Sosialisasi “Terima Kasih Telah Memilih Dalam Tahun 2019” di Hotel Neo Aston, Kota Kupang, Senin (2/12/2019). Hadir saat ini, Komisioner lainnya, seperti Yosafat Koli, Fransiskus Vincent Diaz, Yefri A. Gala, dan Lodowyk Frederik.

Thomas menyampaikan terima kasih kepada warga di NTT yang ikut mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019 dengan menyampaikan hak politiknya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam memilih Presiden dan wakil presiden, memilih anggota legislatif dari DPR RI sampai ke DPRD Kabupaten/Kota juga Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Mantan Ketua KPU Manggarai Barat ini mengakui pada Pemilu 2019 ini, seluruh proses berjalan dalam kondisi yang sangat melelahkan. Namun, berkat dukungan semua pihak, prosesnya berlangsung aman, lancar dan sukes.

“Dari aspek penyelenggaraan, dalam pengadaan logistik pada Pemilu Tahun 2019 semuanya menerapkan sistem Katalog Elektronik (E-Catalogue). Ada 11 jenis logistik sudah dapat diadakan dalam bentuk katalog ini,” ujar Thomas.

Dijelaskannya, walaupun sukses dan lancar, tetapi masih ada ditemukan beberapa kasus pelanggaran pemilu terutama perselisihan hasil Pemilu yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dia menyebut, dari 8 kasus, hanya 3 kasus yang sampai pada sidang pembuktian di MK, yaitu Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata dan Kabupaten Rote Ndao yang semuanya dimenangkan oleh KPU.

Dirinya meyakini, kedepan akan dilakukan perbaikan agar tidak ada lagi ditemukan kasus-kasus. Semua ini dapat berhasil apabila dukungan semua pihak dalam memajukan sistem demokrasi yang baik di Indonesia.

“Saya mau sampaikan bahwa partisipasi pemilih di NTT mencapai 80 persen itu diatas rata -rata Nasional yaitu 70 persen. Kita juga salut partisipasi dari kaum Disabilitas juga tinggi sebesar 12.119 orang atau 78, 47 persen,” ujarnya.(ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *