Daya beli dan Daya Tukar Petani di Pedesaan Menurun

KUPANG.NUSA FLOBAMORA--Badan Pusat Statistik (BPS) NTT menyimpulkan tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan menurun.

Jika dibandingkan bulan sebelumnya atau terjadi penurunan harga produksi pertanian sedangkan harga kebutuhan konsumsi meningkat pertanian meningkat.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik  (BPS) NTT, Darwis Sitorus saat Jumpa Pers di Aula R apat BPS, Senin ( 2/12/2019).

Menurutnya, pada bulan November 2019, nilai tukar petani (NTP)  NTT sebesar 106, 90 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 109, 48 untuk subsektor tanaman padi- palawija ( NTP-P) ; 102, 93 untuk subektor holtikultura ( NTP-H) ; 101, 84 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat ( NTP-TPR); 111, 58 untuk sub sektor peternakan( NPT-Pt) dan 109, 45 untuk subsektor perikanan ( NTP-Pi).

“Terjadi penurunan sebesar 0, 20 pada NTP November 2019 jika dibandingkan dengan NTP Oktober 2019,” katanya.

Menurutnya, dengan melihat kondisi ini maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan / daya beli dan daya tukar( term of trade) petani di pedesaan menurun dibanding bulan sebelumnya atau terjadi penurunan harga produksi pertanian sedangkan harga kebutuhan konsumsi meningkat pertanian meningkat.

Dijelaskan Darwis, NTP bulan November 2019 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012( 2012=100). Perhitungan NTP ini mencakup 5 subsektor yaitu subsektor padi dan palawija, holtikultura, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan dan perikanan.

Lebih Lanjut dikatakan Darwis, NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani ( dalam presentase) merupakan salah satu indikator untuk meihat tingkat kemampuan/ daya beli petani di pedesaan.

NTP  juga menunjukkan daya tukar ( term of trade) dari produk pertanian dengan  barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/ daya beli petani.

“Di daerah pedesaan terjadi inflasi 0, 12 dipengaruhi oleh kenaikan harga makanan jadi , minuman, rokok, tembakau, transportasi dan komunikasi,” tambahnya. ( ER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *