Ketum Parmusi Pusat dan Sekjen Siap Resmikan Desa Madani di NTT

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Muslim Indonesia ( Parmusi) Pusat, Drs Haji Usamah Hisyam dan Sekjen Parmusi Pusat,
Ir. Haji Rahman Sadam, bersama rombongan akan melakukan kunjungan kerja ke NTT tanggal 22-23 Nopember 2019.

Kedua pejabat Parmusi Pusat ini akan meresmikan desa madani di dua kabupaten yakni di Ende dan Malaka juga kegiatan penting lainnya di Kota Kupang sebelum kembali ke Jakarta.

Hal ini dikemukakan Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia ( Parmusi) NTT, Abu Lamahoda, SH dalam jumpa pers dengan wartawan di Sekretariat Parmusi NTT Rabu (20/11/2019). Hadir bersama saat ini, Sekertaris Parmusi, Alyas Bebe, Ketua Panitia, Abdullah Lou.

Dijelaskan Abu Lamahoda, dalam kaitannya dengan kunjungan Ketum Parmusi Pusat bersama rombongan ke NTT, pihaknya membentuk panitia untuk mensukseskan kunjungan ini. Selama kunjungan di NTT, ketum setelah tiba di Kupang langsung ke Ende. Sedangkan Sekjen akan ke Malaka.

“Saya akan mendampingi Ketum ke Ende sedangkan Sekretaris Parmusi NTT mendampingi Sekjen ke Malaka. Di Ende Ketum ke Ende melantik pengurus Parmusi sedaratan Flores, Lembata dan tiga desa madani. Dua desa di Ende yakni Bolopanda, mukusaki dan Desa Madani Waitukan Adonara Barat di Flores Timur,” ujar Abu Lamahoda.

Untuk agenda Sekjen di Malaka, lanjut Abu Lamahoda, dalam rangka peresmian desa madani yakni, Wehali, Harekakae, Weoe. Setelah kegiatan di kedua kabupaten itu, Ketum dan Sekjen pada tanggal 23 Nopember, kembali ke Kota Kupang.

“Di Kota Kupang ketum akan melakukan pelantikan pengurus daerah Parmusi dari daratan Timor,  Alor, Sumba,  Rote Ndao bertempat  di Kampus UMK Kupang. Agenda lain, silahturahim dengan kelompok tani Parmusi berasal dari Kabupaten Kupang dan Kota Kupang yang dihadiri sekitar 500-600 orang juga pertemuan dengan ormas dan OKP se Kota Kupang,” kata Abu Lamahoda.

Di tempat yang sama, Sekertaris Parmusi NTT, Alyas Bebe mengatakan, kunjungan ketum ke NTT ini sudah yang kelima kali. Perhatian ketum sangat besar  dalam membantu masyarakat NTT terutama di daerah pinggiran yang kurang diperhatikan pemerintah.

“Program Desa madani ini untuk bantu warga di pinggiran. Perhatian  Parmusi ini tidak hanya orang Islam saja tapi juga kepada agama lain seperti Katolik, Kristen Protestan juga. Jadi tidak ada perbedaan walaupun namanya Parmusi, ” ujar Bebe.

Dia menambahkan walau dalam keterbatasan, Parmusi tetap memberikan dampingan pada warga di NTT. Inipun memotivasi pemerintah agar melihat pula nasib warga di pinggiran.(amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *