Camat Amanuban Selatan Puji Inovasi BPTP NTT Buat Petani di Desa Polo

AMANUBAN SELATAN.NUSA FLOBAMORA–-Camat Amanuban Selatan, Kabupaten TTS, Yohanis Asbanu, S. Pt, memuji BPTP NTT dalam Inovasi dalam pengembangan jagung Lamuru di wilayahnya.

Atas nama warga Amanuban Selatan, selaku pemerintah kecamatan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah NTT melalui BPTP NTT. Dimana telah mengembangkan tanaman jagung Lamuru di wilayah ini dan telah membawa dampak positif bagi petani.

Yohanes Asbanu menyampaikan hal ini di sela-sela kegiatanTemu Lapang dan  Panen Simbolis Jagung Varietas Lamuru di Desa Polo, Selasa (19/11/2019).

Yohanes mengatakan, walaupun dengan kondisi alam yang panas, tapi dengan keberadaan SDM dan SDA yang ada, petani di Desa Polo bisa panen jagung bibit Lamuru dengan sukses.

“Ketersediaan air melalui sumur yang ada dari gali sendiri. Walaupun ada sumur bor tetapi ada kendala kerusakan dan sudah dikomunikasikan dengan P2AT untuk dimanfaatkan tahun 2020. Saya bangga karena walau minim air tapi jagung Lamuru yang dipanen hasilnya luar biasa,” kata Yohanes.

Dikatakannya, kehadiran BPTP NTT mendampingi dua kelompok tani yaitu Tausif dan Doa Ibu selama ini membawa dampak positif.

“Petani kami dapat laksanakan panen jagung Lamuru untuk benih dengan baik. Inipun bisa digunakan kembali petani kelompok sendiri dan bisa dikembangkan ke petani di desa yang lain,” ujarnya.

Dia mengakui pengembangan jagung Lamuru untuk lecamatan ini baru pertama di Desa Polo pada dua kelompok. Kedua kelompok ini akan dijadikan sebagai kawasan contoh bibit benih jagung Lamuru bisa juga buat petani di TTS.

“Melalui Forum Komunikasi Benih Kecamatan yang melibatkan juga Koramil dan Polsek, nanti kami bersama para kepala desa saling komunikasi. Para kepala desa selain Desa Polo bisa mempelajari pola pengembangan benih Lamuru. Selama ini petani gunakan benih seadanya tanpa label sehingga hasilnya tidak maksimal. Dengan benih jagung ini saya optimis akan meningkatkan produktifitas,” jelas Yohanes.

Dirinya berharap petani pada kedua kelompok ini bisa menularkan ilmu pengembangan Lamuru ke petani lainnya. Dengan begitu petani di TTS tidak terlalu berharap mendapatkan benih dari luar yang memakan waktu cukup lama.

Tapi bisa menggunakan benih jagung yang sudah ada. Pihaknya akan mensuport melalui penyuluh agar bisa mengembangkan bibit ke kelompok lainnya di Kecamatan Amanuban Selatan ini.

“Saya tanya ke penyuluh ternyata hasil ubinan dalam lahan 3 hektar ini berproduksi  meghasilkan 11,4 ton per hektar. Ini sangat luar biasa,” ujar Yohanes.(amperawati).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *