BPTP NTT Gelar Temu Lapang dan  Panen Simbolis Jagung Varietas Lamuru di TTS

AMANUBAN SELATAN.NUSA FLOBAMORA–BPTP NTT dalam tugas pokoknya,  terus memperkenalkan inovasi baru kepada petani di desa-desa.

Salah satunya, pengembangan bibit tanaman jagung Lamuru dan saat ini dikembangkan petani di Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS.

Terhadap pengembangan bibit jagung Lamuru ini, tim BPTP NTT melakukan Temu Lapang dan  Panen Simbolis Jagung Varietas Lamuru di Polo pada kelompok Tani Taub Usif dan Doa Ibu.

Penanggung jawab kegiatan,  Ir Adriana Bire, M.Sc dalam pengarahannya di depan para undangan di Desa Pollo, Kecamatan Amanuban Selatan, Selasa (19/11/2019) mengatakan,  Temu lapang dapat digunakan sebagai media penyampaian teknologi unggulan yang dihasilkan oleh Balai Penelitian komoditas ( BALIT) dan BPTP kepada pengguna ( stakeholders).

Benih jagung merupakan salah satu unsur utama dalam budidaya tanaman jagung. Semakin baik mutu beni jagung, maka semakin baik pula produksinya.

Dirinya menyampaikan bahwa masalah peredaran benih di lapangan diantaranya: Pertama) Bantuan benih dari pemerintah datangnya terlambat, setelah musim tanam lewat.

Kedua) Jumlah kebutuhan benih tidak terpenuhi. Ketiga) Kualitas benih kurang baik. Keempat) Varietas yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Kelima) Mutu benih yang kurang baik.

Dijelaskan Ana, sejak Tahun 2015 Pemerintah telah mencanangkan program desa mandiri benih( DMB). Harapannya , petani tidak lagi kesulitan mendapatkan benih unggul dan bermutu dan tepat waktu, mendekatkan produsen benih dengan petani.

Di lokasi desa mandiri ini, petani dibina untuk bisa menjadi produsen benih selain sarana dan prasarana untuk bisa membuat benih sendiri.

Adapun tujuan dari kegiatan Temu Lapang dan panen simbolis jagung Lamuru yang dilaksanakan di Desa Pollo, pada lokasi kelompok tani Taub Usif dan Doa Ibu yaitu,  untuk menumbuhkan kemampuan petani menerapkan inovasi teknologi produksi benih varietas unggul jagung yang diminati secara mandiri dan berkelanjutan.

Termasuk untuk memotivasi petani menjadi calon penangkar benih yang mampu menyediakan benih jagung yang bermutu serta mempercepat adopsi inovasi produksi benih jagung spesifik lokal.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Amanuban Selatan, Theodorus Sawu, SP, menyampaikan terima kasih kepada pihak BPTP NTT yang berandil besar terhadap petani di TTTS.

Diakuinya, di Desa Pollo ini ada 58 kelompok tani yang sudah dikukuhkan. Sebagai penyuluh, pihaknya terus bertugas setiap hari melakukan penyuluhan kepada petani soal inovasi teknologi.

“Terima kasih kepada BPTP yang berikan bimtek kepada petani dan penyuluh terutama Ibu Ana Bire yang sudah membagikan ilmu buat kami,” katanya.

Menurut Theodorus, walaupun kondisi alam cukup panas, namun berkat kerjasama yang baik antara petani dan penyuluh, petani di Amanuban Selatan khususnya di Desa Pollo dapat memanen jagung Lamuru dengan sukses.(amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *