Poktan Dampingan BPTP NTT di Pariti Diberikan Bimtek Dibarengi Panen Jagung Perdana

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Kelompok tani (Poktan) Nusa Dua yang beranggotakan 30 orang di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, selama ini didampingi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT.

Pendampingan oleh BPTP berupa penanaman varietas jagung Lamuru yang dikembangkan di lahan seluas 1 hektar. Sejak Juli-Oktober 2019, poktan ini berhasil memanen jagung varietaa Lamuru perdana sesuai hasil ubinan menghasilkan 7,7 ton.

Kepala BPTP NTT, Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S.Pi, M.Si usai memanen jagung varietas Lamuru di Desa Pariti-Kecamatan Sulamu, Senin (28/10/2019) merasa bangga dengan kerja keras petani di poktan Nusa Dua.

Menurut Rudlof, dirinya memang baru sebulan lebih bertugas di BPTP NTT. Walaupun begitu, dirinya sangat senang melihat semangat dan kerja sama yang luar biasa para petani dalam mengembangkan jagung Lamuru.

Dirinya menilai panen jagung perdana ini menunjukan kerja bersama antara petani dengan penyuluh dari BPTP NTT berjalan sangat baik. Ilmu yang diperoleh dari penyuluh diharapkan bisa diterima dan diterapkan di lapangan.

“Jagung Lamuru ini bukan untuk dikonsumsi saja tetapi akan dijadikan benih. Untuk itu saya harapkan poktan Nusa Dua terus kembangkan dan menjadi pemasok benih untuk daerah lain di Kabupaten Kupang,” kata pria asal Ambon ini.

Dirinya bangga walaupun pendampingan oleh BPTP NTT hanya beberapa saat, tapi hasil panen perdana yang ditunjukan luar biasa. Apabila satu hektar saja dipanen 7,7 ton maka jika dikembangkan lagi beberapa hektar maka hasilnya akan lebih luar biasa.

“Ada penyuluh di BPTP NTT yang selalu siap memberikan ilmu kepada petani. Apabila ada petani yang menghadapi kendala di lapangan, silahkan  berkonsultasi,” ujar Rudlof.

Penanggung jawab kegiatan,  Ir. Adriana Bire, M.Si mengatakan kegiatan temu lapang ini sesungguhnya sangat positif. Melalui temu lapang, dapat digunakan sebagai media penyampaian teknologi unggulan yang dihasilkan oleh Balit dan BPTP kepada pengguna.

Menurut Adriana, saat ini peredaran benih di lapangan merupakan masalah yang harus ditanggulangi. Dia menyebutkan bantuan benih dari pemerintah datangnya terlambat setelah musim tanam lewat. Selain itu, jumlah kebutuhan benih tidak terpenuhi, kualitas benih kurang baik juga mutu benih kurang baik.

“Pemerintah sejak tahun 2015 telah mencanangkan program desa mandiri benih (DBM). Harapannya petani tidak lagi kesulitan mendapatkan benih unggul dan bermutu,” jelas Adriana.

Adriana berharap melalui SL-MDMB diharapkan petani memiliki kemampuan untuk memproduksi benih sesuai kebutuhan petani.

Maksudnya agar dapat terpenuhinya permintaan benih varietas unggul (mandiri benih) secara tepat, cepat dan berkelanjutan yang akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas dan produksi jagung di suatu daerah.

Adapun tujuan bimtek bagi petani agar menumbuhkan kemampuan petani menerapkan inovasi teknologi produksi benih varietas unggul jagung. Memotivasi petani menjadi calon penangkar benih yang mampu menyediakan benih jagung bermutu. Sementara keluaran yang diharapkan,  kemampuan memproduksi benih jagung varietas unggul baru jagung yang diminati secara mandi dan berkelanjutan. Selain itu, tumbuh calon penangkar benih yang baru termasuk percepatan adopsi inovasi produksi benih jagung spesifik lokasi.

Pariti Jadi Desa Cikalbakal Penangkar Benih

Pada kesempatan ini juga Kepala Dinas  Pertanian Kabupaten Kupang, Ir. Bandapotan Siallagan, M.Si, menyatakan bangga dengan hasil panen jagung varietas Lamuru ini. Pemerintah Kabupaten Kupang saat ini memiliki program Revolusi 5P dimana salah satunya adalah revolusi pertanian.

“Pak bupati dan Pak Wakil bupati Kupang selalu tegaskan tidak mau  laporan dari bawah  sekedar Asal Bapak Senang (ABS). Budidaya jagung Lamuru ini hasilnya sangat nyata dan kita dukung penuh Pariti jadi desa cikalbakal benih dan sumber penangkar benih padi dan jagung di Kabupaten Kupang.

“Sekarang ada kemudahan bantuan dana KUR dari BRI. Ini perlu dimanfaatkan dalam mendukung usaha kelompok tani. Terima kasih buat BPTP NTT yang sudah membantu memberikan bimtek untuk petani di Pariti ini. Kami di  Dinas Pertanian akan membantu petani dalam meningkatkan produktifitas jagung dan padi,” ujarnya disambut tepuk tangan undangan.

Hadir pada kegiatan ini juga  Sekcam Sulamu, Paulus Gana, SE, Kepala Desa Pariti, Melkior Radja, Lurah Sulamu, Kapolsek Sulamu, para penyuluh, Pendeta Gereja Sulamu, Pimpinan BRI Unit Oesao, Danramil Sulamu, Ketua Kelompok Nusa Dua, Desa Pariti, Lasarus Noach dan anggota.(Amperawati)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *