Ambros Korbaffo Mendaftar di NasDem Maju Bacalon Bupati TTU

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Persaingan bakal calon bupati dan wakil bupati Timor Tengah Utara (TTU) pada Pilkada 2020  bermunculan satu per satu. Salah seorang putra TTU, Drs. Ambros Korbaffo dengan kesadaran penuh maju menjadi bakal calon bupati TTU.

Untuk memuluskan langkahnya, Korbaffo mendaftarkan diri di Partai NasDem di Sekretariat DPW NasDem NTT, Rabu (16/10/2019) diterima Staf  Sekretariat  DPW Partai Nasdem NTT, Dion Fernandes.

Ambros Korbaffo yang juga mantan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Kupang ini selesai mendaftarkan diri kepada wartawan menjelaskan alasannya maju menjadi bakal calon bupati TTU.

Menurut Ambros, terkait dengan Pilkada 2020, dirinya telah mendaftar sebagai bakal calon bupati TTU masa bakti 2020-2025. Alasan memilih mendaftar di NasDem karena partai Restorasi, partai reformasi yang mempunyai platform cinta akan keanekaragaman bangsa.

Dirinya mengakui partai lainnya juga memiliki visi nasionalis tetapi dia memilih NasDem dan selanjutnya akan mendaftar ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) karena mereka yang ada di partai ini merupakan kumpulan orang yang cinta kedamaian.

“Saya sudah menyerahkan beberapa berkas di NasDem seperti surat pernyataan untuk maju menjadi bakal calon bupati TTU. Juga permohonan ke NasDem untuk melihat saya sebagai salah satu figur bakal calon bupati TTU yang akan datang juga curiculum vitae (CV) saya sebagai mantan pejabat birokrasi dan pegiat LSM,” kata Ambros.

Dirinya mengaku serius untuk maju di Pilkada TTU karena telah menyiapkan diri sejak tahun 2010. Apalagi dirinya telah menerbitkan Buku yang berjudul “Ambros Korbaffo Anak Kampung Menjadi Pemimpin” sudah dirintis sejak 2010.

Soal motivasi menjadi bakal calon bupati TTU, Ambros menjelaskan, TTU terdiri dari 24 kecamatan, 160 desa, 33 kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 300.000 itu, baginya tidak sulit untuk dibangun.

Alasannya, untuk membangun suatu wilayah dilihat dari tiga aspek yakni pemberdayaan/pembangunan manusia atau kemasyarakatan, pembangunan pemerintahan, dan pembangunan sumber daya.

Membangun TTU, katanya, harus dibangun dengan semangat yang tinggi. Untuk itu ada ide-ide gila yang akan digunakan untuk membangun daerah ini.

Kenapa pembangunan TTU tidak maju-maju karena untuk menjadi maju perlu pemimpin yang memiliki ide gila.

“Harus ada semangat gila artinya semangat mencintai rakyat.  TTU dibangun kalau kita saling bersinerji satu dengan yang lain. Saya punya semangat itu untuk bangun TTU. TTU saya lihat bukan sebagai sebuah rumah besar tapi sebuah Serambi untuk semua orang mengais rejeki disana,” ujar Ambros.

Dimintai pendapatnya soal begitu banyak pesaing yang maju apa strategi untuk bisa menang, Ambros dengan santai mengatakan, strateginya bagaimana menjadi bagian dari kecintaan masyarakat. Memiliki kemampuan tapi tidak dicintai rakyat maka sama saja.

“Saya punya pengalaman ketika menjadi Kepala Kantor Kementrian Agama TTU selama 7 tahun, semua warga menginginkan perubahan. Saya punya keinginan membuat perubahan di TTU dan saya sangat optimis untuk menang,” katanya.(amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *