BPTP NTT Berbagi Ilmu ke Prajurit Brigif 21/Komodo

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Tim peneliti dan penyuluh dari BPTP NTT secara khusus mendatangi Markas Komando (Mako) Brigif 21/Komodo, Naibonat untuk saling berbagi ilmu dalam bidang peternakan dan perkebunan.

Kehadiran tim BPTP NTT menindaklanjuti permintaan Komandan Brigif 21/Komodo yang sekiranya bisa memberikan masukan dalam upaya memanfaatkan potensi lahan yang ada untuk pengembangan bidang peternakan dan perkebunan.

Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian mewakili Kepala BPTP NTT, Dr. Ir Tony Basuki MSi, dalam arahannya di depan prajurit TNI lingkup Brigif Komodo, Selasa (1/10/2019) menyampaikan bahwa pertemuan bersama ini sangat berharga.

Menurut Dr. Tony, dalam kegiatan ini merupakan suatu kesempatan berharga bisa bertatap muka dengan pimpinan dan prajurit TNI. Hal ini karena para penyuluh dan peneliti,  selama ini  bergelut dengan para petani berlumpur.

“Tapi menjadi tanda tanya kenapa prajurit TNI mau jadi petani. Tetapi kami tidak kaget karena sudah ada MoU antara Menteri Pertanian dan Panglima TNI beberapa waktu lalu. Kita sama-sama berperang melawan kemiskinan dan produksi pertanian sangat rendah,” katanya.

Dirinya menyampaikan rasa syukur dalam beberapa tahun ini terjadi peningkatan produktifitas di bidang pertanian. Ini  bukan cuma kerja para penyuluh saja tapi campur tangan jajaran TNI sehingga benar-benar pihaknya  menjadi percaya diri.

“Kami awalnya kaget ketika ditelepon Danbrigif mau bertamu. Ketika pertama kali datang beliau langsung jatuh cinta karena menanyakan kenapa BTTP NTT hijau. Kami jawab bahwa ada dua kekuatan yakni air. Jangan bicara pertanian kalau tidak ada air dan disiplin pegawainya,” jelas Tony.

Diakui Tony bahwa lokasi pendampingan BTTP NTT tersebar  di Flores, Sumba, Lili-Pulau Timor. Khusus di Naibonat ada 50 hektar yang sepanjang tahun harus dihijaukan.

” Komandan Brigif sampaikan bahwa di jajarannya ada prajurit tapi bagaimana caranya agar mau mensejahterakan dari keringat sendiri. Kami jawab bahwa kami siap melakukan pendampingan untuk bersama berpikir bekerja menjadi contoh bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Dijelaskannya, saat kunjungan Danbrigif ke BTTP NTT, beliau jatuh cinta pada komoditas sapi,  kambing dan ayam. Komoditas ini punya makna sendiri dari sisi waktu. Sapi jangka panjang, kambing menengah dan ayam jangka pendek.

“Kami punya ayam KUB (Ayam kampung unggul badan Litbang). Ayam KUB ini komoditas unggulan kami. Kami punya target sesuai instruksi Menteri Pertanian agar petani dampingan minimal memelihara 50 ekor ayam per tahun untuk membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.

Tony menegaskan bahwa  Ada dua tipe dari Ayam KUB yakni  petelur dan pedaging. Keunggulan dari ayam petelur adalah  kalau ayam biasa 70 butir per ekor per tahun tapi ayam ini 180 butir per ekor per tahun.

” Ini kita mau introdusir jatuh cinta tidak. Komandan sudah order 600 ekor. Kita akan siapkan untuk ke Brigif,” kata Tony.

Letkol (Inf) Agus Setiawan  S.I.P yang juga KasiBrigif 21/Komodo, menyampaikan terima kasih atas kehadiran tim dari BTTP NTT. Tim  yang hadir merupakan para peneliti dan penyuluh yang ahli dalam bidang peternakan dan perkebunan.

Dirinya mengakui sangat antusias pada pertanian termasuk Komandan Brigifpun sama sangat perhatian pada pertanian. Dengan  melihat potensi areal cukup luas diharapkan bisa dimanfaatkan baik pemeliharaan ternak maupun pakan. Apalagi saat inipun prajurit yang melaksanakan pekerjaan dalam bidang peternakan walaupun parsial, sehingga bisa diwadahi.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *