BPTP NTT Perkenalkan Legum Herba Clitoria Ternatea ke Petani Oesao

KUPANG.NUSA FLOBAMORA– Tim peneliti dan penyuluh dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT menyambangi petani di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang khususnya Kelompok Tani  (Poktan) Talena Laen.

Kehadiran tim BPTP NTT bertujuan memperkenalkan  inovasi  pakan ternak berupa teknik budidaya dan pengolahan Legum Herba Clitoria Ternatea.

Peneliti dari BPTP NTT,  Ir  Debora Kana Hau, M.Si, di sela-sela kegiatan Temu Lapang antara Poktan dan penyuluh di Desa Oesao, Jumat (27/9/2019) menjelaskan soal maksud digelarnya kegiatan ini.

Menurut Debora, pelaksanaan temu lapang ini memang untuk memperkenalkan budidaya pakan ternak Legum Herba Clitoria Ternatea. Pakan ini sudah diuji coba pada beberapa poktan dan menunjukan hasil yang menggembirakan.

Peneliti dari BPTP NTT mengembangkan pakan legum ini, jelas Debora, berangkat dari ketertarikan dengan hasil olahan seorang  peneliti dari Australia. Ketika datang ke NTT, peneliti ini membawa hasil olahan Legum dalam bentuk kemasan minuman. Terhadap hal ini, kata Debora, dengan membaca literatur di internet, pihaknya melakukan penanaman legium. Apalagi bunganya sangat bagus yakni ungu dan keinginan mencobapun dilakukan.

“Kita memang kolaborasi antara peneliti Australia dan di BPTP sejak 2006 untuk menghasilkan inovasi-inovasi dalam membantu petani. Kita sudah ujicoba pemanfaatan dari pakan ini di beberapa poktan di Kupang Timur dalam hal penggemukan sapi dan hasilnya luar biasa,” tegasnya.

Debora mengakui temu lapang ini memang baru pertama dilakukan di Poktan Talena Laen. Tujuan menghadirkan petani juga penyuluh guna memotivasi petani untuk mengembangkan Legium ini. BPTP tidak menyiapkan benih tapi benih disiapkan petani setelah mendapatkan ilmu inovasi dari peneliti.

“Kita tentu harapkan penyuluh menjadi motivator bagi petani yang punya potensi mengembangkan pakan ini. Karena manfaatnya sangat banyak bukan cuma pakan ternak semata,” beber Debora.

Kepala Desa Oesao, Naomi Ledo, menyatakan kegembiraannya karena wilayah Desa ternyata menyimpan banyak potensi. Beberapa kali kegiatan dilakukan di Desa Oesao dimana dalam waktu 9 bulan memimpin ada kegiatan secara estafet.

Sesuai visi misinya bahwa karena Oesao berpotensi di bidang pertanian dan peternakan, kata Naomi, pemerintah dan warganya akan sangat terbuka menerima inovasi apapun dalam membantu petani.

“Terbukti dilakukan panen Pedet sapi belum lama ini dan kini dikunjungi BPTP NTT dalam bidang pertanian pembuatan pakan. Dengan luas tanah yang kosong mencapai 800 hektar ini berpotensi dalam penanaman pakan ternak ini. Kendalanya sekarang bibit dan air. Untuk itu diharapkan dinas bisa memperhatikan ini karena potensi ini jangan sampai dibiarkan merana,” harap Naomi.

Sekertaris Dinas Pertanian, Ir. Bandapotan Sialagam, M.Si, pada kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPTP NTT yang turut andil mendukung program Revolusi 5P khususnya Pertanian yang dicetuskan Bupati Kupang, Korinus Masneno dan Wabup, Jerry Manafe.

Dirinya yakin jika petani mengikuti usul saran dan mengembangkan Legum Herba Clitoria Ternatea dengan baik maka akan memberi manfaat yang luar biasa baik untuk ternak sapi maupun peningkatan ekonomi keluarga.

Bandapotan sangat salut dengan  testimoni perwakilan beberapa poktan atas hasil yang diperoleh dari pengembangan Legium ini. Paradigma sekarang mulai berubah dari selama ini menunggu pemerintah tetapi sekarang petani bisa berusaha sendiri.

Hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, drh. Yakoba Ludjuwara,  Kasubag TU, Drs. Jemi A W Banoet, Peneliti Senior BPTP NTT, Dr. Jakob Nulik, paravpeneliti dan penyuluh dari BPTP NTT termasuk undangan lainnya.(Amperawati).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *