Wagub NTT Minta ada Kecelakaan Saat  Pelayaran, Jangan Saling menyalahkan

KUPANG.NUSA FLOBAMORA–Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi menegaskan,  dalam sebuah pelayaran, syahbandar harus memiliki keahlian dan kemampuan dalam mengoperasikan kapal.

Dalam Pelayaran kepalanya atau yang disebut syabandar yang bertanggung jawab atas semua peraturan yang ada dan saling koordinasi. Jika  ada kecelakaan saat pelayaran, jangan saling menyalahkan satu dengan yang lain.

Peringatan Wagub Josef Nae Soi ini disampaikan saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek)  Keselamatan Pelayaran Periode VIII yang  digelar Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Perkapalan dan Kepelautan Kementrian Perhubungan RI  di Hotel Aston, Kupang, Rabu (18/9/2019).

Menurut Wagub Josef Nae Soi, semua petugas di pelabuhan harus ada ketegasan, begitupun di kapal harus siap semua peralatan, makanan di kapal. Semua ini dimaksudkan demi menjamin  keselamatan pelayaran.

Dikatakan Wagub, Bimtek  keselamatan pelayaran sangat penting di kapal. Harus tahu aturan di kapal demi keselamatan penumpang. Petugas yang ada di kapal wajib memiliki catatan harian dan diketahui oleh syahbandar.

“Setiap pergantian pemimpin kapal dan juru mesin tercatat juga di catatan harian kapal serta wajib melapor ke Syahbandar setempat,” kata Wagub.

Kasubdit Rancang Bangun dan Stabilitas Kapal, Gigih Retnowati  mengatakan, saat ini masuk era revolusi industri. Masyarakat menginginkan pelayanan yang simpel dan tidak berbelit dan secara otomatis dapat di jangkau oleh siapa saja dan dimana saja.

Pemerintah, katanya, telah melaksanakan pilot project amanat pelabuhan keselamatan pelayaran serta E-tiketing pada pelabuhan – pelabuhan tradisional. Ada 3 pelabuhan tradisional yang menjadi pilot project dari pemerintah yakni Muara Angke, Tanjung Pinang, dan Bau Bau.

“Secara pribadi, saya berharap kepada semua pihak agar saling bekerjasama demi menciptakan keselamatan pelayaran,” pinta Gigih Retnowati.

Dirinya juga berharap melalui bimtek keselamatan pelayaran yang digelar, semua pihak mendapatkan pemahaman terhadap aspek pelayaran di NTT semakin meningkat sehingga real estate yang menjadi jadwal kementerian perhubungan dapat terwujud di wilayah NTT.(Amperawati)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *